2019 adalah

Seperti juga rakyat jelata lainnya, 2019 adalah tahun bagi saya adalah tahun yang penuh timbul dan tenggelam. Seru dan sedih. Madu dan racun. Pedang dan bunga. Secara khusus, saya dapat katakan bahwa 2019 adalah tahun yang puitis untuk saya. Begitulah. Banyak pekerjaan terkait puisi yang terjadi di tahun ini.

Jika tampilan #Bestnine2019 dipenuhi oleh algoritma and the bray and the bray, (gak nyambung ya, biarin aja Kelsey) berikut ini beberapa kegiatan seru yang saya lewati.

Februari. Saya bareng Sheila Putri mengerjakan suatu karya kolaborasi dalam rangka Pekan Komik Vice 2019. Karya kami ditampilkan di Vice Indonesia dan Vice Asia bersama-sama dengan creator lain di Indonesia dan Asia Tenggara. Karyanya berjudul, “Garut Lights, Drunken Ice”

Juli. Saya bersama teman-teman #poetshariini tampil di ajang We The Fest 2019

Agustus. Ke Edinburgh! Negeri yang gak dekat. Pengalaman yang menakjubkan bisa tampil di Edinburgh International Book Festival, bersama Benky atas undangan Neu Reekie.

September. Yas. Akhirnya buku kumpulan puisi gue muncul juga di toko buku. Kemudian diikuti dengan lancarnya acara peluncuran Syair-syair Sekedar Mengingatkan (2019) di M Bloc Space. #menetesairmata

November. Diajakin Ninin untuk meramaikan peluncuran buku puisinya, Rusunothing (2019)

Desember. Berbagi cerita di Patjar Merah Semarang!

Desember. Tampil di Joyland Festival bersama Poem Modulation!

Terima kasih 2019. dalam rangkai puisi

patjar merah semarang!

Pada bulan November saya mendapat e-mail bahwa awal Desember diajak ikutan Patjar Merah, tentu saja saya mau. Patjar Merah adalah sebuah festival literasi. Begitu ceritanya.  Ada bazaar buku dengan pilihan judul dan penerbit yang bervariasi, ditambah dengan diskon yang mencapai 80%. Ada juga serangkaian diskusi, lokakarya terkait literasi dan tidak lupa beberapa pertunjukan yang siap dinikmati. Tadinya saya piker festival ini terkait pada sebuah kota. Ketika saya mendapat informasi bahwa saya mendapat kehormatan menjadi salah satu penutur diskusi, saya pikir acaranya di Malang. Saya udah siap-siap ketemu sedulur dan sajian kuliner khas berselera di sana. Eh jebulane acara kali ini di Semarang. Kurang teliti kita hahahaha!

DSC08779

Menurut penerawangan, Patjar Merah pertama kali diadakan di Yogyakarta pada bulan Maret 2019. Kemudian Dselenggarakan lagi di Malang, Juli-Agustus 2019. Dan saya diundang untuk berpartisipasi di Patjar Merah Semarang, Desember 2019. Menurut penelusuran berita, festival ini diadakan antara lain untuk melawan mitos, bahwa minat literasi Indonesia dianggap rendah, apalagi generasi sekarang yang lebih akrab dengan gawai. Pada pelaksanaan acaranya, terbukti setiap penyelenggaraan ramai pengunjungnya dan tinggi angka penjualannya.

Di Semarang, Patjar Merah yang mereka sebut sebagai “festival kecil literasi dan pasar buku keliling nusantara” ini digelar di kawasan Kota Lama, tepatnya di gedung Soesmans Kantoor dan Monod Deephuis (nulisnya yang bener gimana sik). Acara mulai tanggal 29 November dan berakhir di 8 Desember 2019.

IMG_1303

Saya berkesempatan ngobrol bersama Rizky Febryan (penulis #C.erita) dan Kalis Mardiasih (penulis Muslimah Yang Diperdebatkan) dalam sesi acara berjudul “Obrolan Patjar: Melupakan Aturan Menulis” dipandu oleh Alvin. Gimana kita sebagai penulis berhadapan dengan aturan? Keesokan harinya, saya ngobrol-ngobrol lagi bareng Mahfud Ikhwan (Dawuk & Aku dan Film India Melawan Dunia), Ruhaeni Intan (Arapaima), Adham T. Fusama (Anak Gembala Yang Tertidur Panjang di Akhir Zaman). Gimana pencurian itu terjadi?

DSC_0106

Selain itu, tentu saja acara saya dipenuhi dengan milih-milih buku ini atau itu, pengen semua namun ujung-ujungnya dompet jua. Ngobrolin buku, ide-ide, kehidupan, dan makan-makan-makan. Angkat jempol tinggi-tinggi buat Windy Ariestanty, Irwan Bajang, Randy Anthony, dan segenap pasukannya atas insiatif ide pelaksanaan acara ini dan udah ngajak ikutan. Dari mimpi tiga orang, jadi tambat hati banyak sekali orang. Seneng banget bisa hengot santai ketemu @reda.gaudiamo @eddieprabu @thedustysneakers @maesy_ang @owenaardra @cgracesetio @sautsitumorang @agastiazirtaf @adhamtfusama @ruhaeniintan @mahfudikhwan @c.erita @kalis.mardiasih @windy_ariestanty @irwanbajang @randy.anthony.88 @kingadot_ @hutomo_yoga @hermaneftanouf @oemamizm Sampai jumpa segera!

Semarang, you book!

poem modulation di joyland festival 2019

Poem Modulation di Joyland Festival 2019. Proyek nan seru, apa itu?

Joyland Festival adalah sebuah festival yang sempat absen beberapa tahun, kemudian kembali di tahun 2019. Acara tahun ini digelar di Lapangan Panahan, GBK 7-8 Desember 2019.  Joyland membawa tiga pihak untuk menjadi curator pengisi acara, yaitu Efek Rumah Kaca untuk penampilan panggung musik, Soleh Solihun panggung komedi tunggal, dan Anggun Priambodo penayangan film pendek. Ada juga karya instalasi interaktif dari Ruth Marbun yang bikin festival semarak. Selain itu, tentu saja Joyland Festival 2019 dipenuhi dengan penampilan pemusik internesyenel seperti Hatchie (Aus), Frankie Cosmos (US), Yves Tumor (US), Washed Out (US), Tops (Canada) dan Anna of the North (Nor).

Di panggung yang dikurasi oleh Tim ERK, ada Sir Dandy, Jirapah, Made Mawut, Puti Chitara, Duara, Bayangan, Mad Mad Men, Mondo Gascaro bersama Rien Djamain & Oele Pattiselano, Poem Modulation (Yoshi Fe, Firzi O, Ratri N, Rieke S).

Yes, di penampil terakhir itu ada nama saya, dan teman-teman.

Saya diajak teman-teman Efek Rumah Kaca garis miring Kios Ojo Keos untuk menampilkan sesuatu, jadilah proyek ini terbentuk. Jadi kami memadukan musik dari synthesizer modular yang dikendalikan oleh Firzi O dengan bait-bait puisi saya, Ratri alias Ninin, dan Rieke. Sebagai catatan, Joyland berhasil menjaga alokasi slot waktu yang disediakan dengan kebutuhan masing-masing penampil yang jumlahnya banyak sehingga acara tidak molor. Sebuah prestasi untuk penyelenggaraan acara di kampong besar kita ini. Hasilnya seru dan kami puas memanfaatkan slot waktu 30 menit yang disediakan. Dalam waktu yang tersisa dari sebelum pecahnya Perang Dunia Ketiga, Poem Modulation merencanakan sesuatu yang belum dapat kami umumkan saat ini. Harap sabar dulu ya.

Sila mengintip karya-karya Firzi O di akun Instagram beliau. Sila simak kumpulan puisi Ratri Ninditya, Rusunothing. Sila simak kumpulan Puisi Rieke Saraswati, Catatan-catatan dari Bulan.

Saya gak bisa cerita lebih banyak. Silakan simak cuplikan video di bawah ini. Saya janji kalau video penuhnya sudah disunting, akan ditayangkan di sini.

tautan lain tentang Poem Modulation

https://www.hipwee.com/feature/joyland-festival-2019/

Joyland Festival 2019: Kegembiraan yang Hakiki