bareng sheila, kolaborasi pekan komik vice 2019

“Apa yang tersimpan di kepala manusia, sayangnya, tidak selalu kenangan manis. Ada penyesalan, kerinduan, duka, dan cinta yang tak tak bisa lagi kembali. Yoshi Fe dan Sheila Rooswitha Putri menyelami penyesalan dan kenangan dari semangkok es krim dingin di Garut.” … begitu kira-kira pengantar karya kolaborasi gue dan Sheila. Pada bulan Februari 2019, Vice IndonesiaLanjutkan membaca “bareng sheila, kolaborasi pekan komik vice 2019”

hidup, jodoh, dan mati di tangan tuhan (…di mata twitter)

Met pagi dini hari tweeps rekan-rekan sekalian, ini saatnya untuk catatan terakhir di 2010. Tadinya saya ingin bercerita tentang film-film yang saya tonton 2010 ini. Tapi ah, gak penting … mari bercerita tentang kehidupan (seperti tergambar di Twitter), … halaaaah berat pisan. Ditemani tembang-tembang nyaman karya Bedouin Soundclash saya mulai menulis. Izinkan saya mengulang judul, sepertiLanjutkan membaca “hidup, jodoh, dan mati di tangan tuhan (…di mata twitter)”