star wars seri tujuh; gemars & setujuh

By the way, kalau kamu gak peduli spoiler, sila simak A lalu B. Kalau kamu anti-spoiler, simak saja bagian A. Nanti kalau sudah nonton filmnya, baru simak bagian B. Star Wars: The Forces Awaken. Semesta sepertinya menunggu banget film ini. Setidak-tidaknya, timeline social media saya hahaha. Karena takut spoiler dari teman-teman di lini masa saya,Lanjutkan membaca “star wars seri tujuh; gemars & setujuh”

lima belas film favorit

Saya kena cap dari @themagicaldee di Instagram, untuk berbagi tentang es. Nah, inilah daftar filmnya, dalam urutan kronologis. Kalau sudah baca semua, coba bagi film-film kesukaanmu.. – Barbarella (Roger Vadim, 1968) – Adegan striptis intergalaktik pertama. Film ini enak ditonton. Ringan, sedikit-sedikit nyerempet sek ditambah dengan penggambaran imajinasi -masa depan dari tahun enam puluhan. fiksiLanjutkan membaca “lima belas film favorit”

pina (2011) – “dance, dance with pina, wim, and ditta; otherwise we are lost”

Pina (2011) Sutradara: Wim Wenders 106 menit Format DCP, 3D “Dance, dance, otherwise we are lost” Film. Film dokumenter. Film dokumenter dalam format tiga dimensi (3D). ‘Pina’ adalah sebuah film 3D yang dipersembahkan untuk Pina Bausch (1940-2009), koreografer kontemporer Jerman. Film ini disutradarai oleh Wim Wenders. Karya Wim sebelumnya antara lain, Wings of Desire (1987),Lanjutkan membaca “pina (2011) – “dance, dance with pina, wim, and ditta; otherwise we are lost””

lewat djam malam (1954) – nonton 1954 di 2012

Lewat Djam Malam (1954) Sutradara: Usmar Ismail Cerita: Asrul Sani Produser: Usmar Ismail, Djamaluddin Malik Pemeran: Dhalia, AN Aclaff, Netty Herawati, Bambang Hermanto Berkat kicauan beberapa rekan di timeline saya dengan tanda pagar #LewatDjamMalam, berangkatlah saya dan @onengan ke bioskop untuk nonton film ‘Lewat Djam Malam’ produksi 1954. Di tahun 2012, adalah sebuah kesempatan yang langkaLanjutkan membaca “lewat djam malam (1954) – nonton 1954 di 2012”

nontron tron: legacy!

Call me norak tapi saya baru tahu bahwa Tron: Legacy (2010) adalah sebuah sekuel.  Setelah brosing2 mengantisipasi Tron: Legacy, saya baru tahu bahwa film ini adalah terusan dari film Tron (1982). Tron yang tahun 80-an menjadi film yang populer di masa tersebut, katanya. Soalnya saya gak ingat film tersebut, lebih ingat Star Wars (tentunya), BattlestarLanjutkan membaca “nontron tron: legacy!”

belki bolang (2010); jakarta, je t’aime

Jakarta, ini adalah hubungan kasih yang benci tapi rindu. Seperti membenci semua hal tentang ibukota, namun begitu kehilangan dan dimabuk asmara ketika berpisah sesaat. Seperti acuh namun mau tauuu aja. Jakarta adalah magnit. Adalah nafkah. Adalah inspirasi. Di Jiffest 2010 kali ini saya menonton Belki Bolang. Ini adalah sebuah omnibus; beberapa film (pendek) yang dirangkaiLanjutkan membaca “belki bolang (2010); jakarta, je t’aime”

the runaways (2009); lari bareng kristin stewart dan dakota fanning

Mari kabur bersama The Runaways; Joan Jett, Lita Ford, Cherrie Currie, Sandy West, dan Jackie Fox dalam hangatnya punk rock dan kerasnya masa remaja 🙂 Selalu menarik nonton biopic rock, nonton sejarah rock dengan segala maju-mundurnya. Seperti yang sudah-sudah; nonton Val Kilmer sebagai Jim Morrison di The Doors (1991), Joaquin Phoenix sebagai Johnny Cash diLanjutkan membaca “the runaways (2009); lari bareng kristin stewart dan dakota fanning”