Lewati navigasi

“yoshi fe & his #366shots”

Hey! Hey! Sudah lama banget saya gak ngeblog #malu. Abisan, sibuk #halahsok. He, he. Lewat blog ini,  saya mau meneruskan project saya di tumblr, yaitu -> http://yoshife.tumblr.com/, #365shots. satu foto setiap harinya, selama satu tahun.

Untuk tahun 2012 projectnya jadi #366shots.

Lho kenapa?

Simpel aja, karena tahun 2012 ini adalah tahun kabisat. Tahun di mana bulan februarinya terdiri dari 29 hari, bukan 28 hari seperti tahun-tahun lainnya. Eh Jadi ingat seorang teman yang lahir pada tanggal 29 Februari. Nah, kembali ke desktop, berarti tahun 2012 terdiri dari 366 hari, bukannya 365 hari. Demikian.

Di bawah ini adalah beberapa foto saya di blog tersebut …

witty today, humdrum tomorrow – jan 2 #365shots

alates – jan 3 #365shots

clear is the sky – jan 5 #365shots #366shots

Tiap foto akan saya share juga di picplz dan streamzoo dan flickr juga.

mampir yaaaa :)

“Hip-hop was born in Papua. You don’t have to believe me. But my great-greandmother told me.” Begitulah kata Jecko Siempo menurut siaran pers untuk segera disebarluaskan. Sore itu saya berkesempatan nonton karya Jecko, “We Came from the East” ditampilkan pertama kali di GoetheHaus. Sebelumnya saya pernah diajak @onengan untuk nonton karya Jacko, tapi belum sempat-sempat. Kalo menurut @onengan, karya Jecko itu keren banget. Dinamis dan seru. Mari kita buktikan.

Lobby gedung Goethe-Haus dipenuhi oleh ukiran-ukiran Papua. Tampak pula satu meja yang menjual aksesoris dan kain Papua. Di salah satu sudut tampak seseorang dari Papua, dengan ornamen coreng-moreng cat putih di wajah dam badannya dan dengan hiasan kepala Papua, sedang duduk sibuk dengan ukirannya. Sesekali ada anak muda yang mengajak dia foto bareng.

Baca Lebih Lanjut »

Yah demikian, judul tulisan ini udah lumayan menjelaskan.

Di media sosial Indonesia beberapa kali foto atau berita berkaitan dengan Polisi dipampangkan. Ada berita berita tentang surat tilang slip merah dan slip biru. Ada gambar beberapa perempuan berbaris sambil menunduk, di depan bangunan dengan tulisan, “Melindungi dan Melayani”, semboyan yang adalah milik Polisi Republik Indonesia. Ada juga pernah muncul seorang berpakaian mirip polisi yang mengendarai sepeda motor mirip dengan yang dikendarai polisi sambil terlihat memegang dan memandangi sesuatu yang dia pegang itu; diduga keras itu adalah telepon seluler. Para komentator mengungkapkan bahwa polisi yang seharusnya menjadi panutan berkendara yang baik dan benar malah tertangkap kamera sibuk dengan HP-nya di atas motornya yang sedang berjalan.

Anda pasti ingat, beberapa waktu silam kita ramai-ramai meributkan Evan Brimob, gara-gara tulisannya di Facebook yang menghujat warga sipil. Memang pada dasarnya kita senang hujat-menghujat, ramailah warga Twitter pada waktu itu menghujat balik dengan hashtag #EvanBrimob.

Baca Lebih Lanjut »

Yak! Masuk ke jam 01:00 GMT: Galau Mean Time atau Waktu Indonesia bagian Galau.

Ada apa dengan galau?

Dalam hal membuat lagu-lagu galau, salah satu juaranya adalah Suede. Mereka memang punya lagu-lagu yang gembrang-gembreng seperti Trash, Metal Mickey maupun Beautiful Ones. Atau yang sedang-sedang seperti Lazy dan Everything Will Flow. Tapi bagi saya, lagu-lagu Suede yang juara adalah yang galaunya.

Baca Lebih Lanjut »

Indonesia is a beautiful city.” Begitulah kata Nadine Chandrawinata pada suatu ketika. Saya sangat setuju sama dia. Kalau untuk negara tropis, Indonesia ini paling lengkap kekayaan alamnya. Yah, sayangnya untuk urusan manajemen wisata kita kalah sama negara-negara lainnya, di Asean aja udah kalah.

Singkat cerita, saya dan @onengan butuh liburan. Baca blog ini dan blog itu, kami memutuskan untuk jalan ke daerah Jawa Barat saja. Sekitar Cukang Taneuh, Batu Karas, Pangandaran. Cukang Taneuh, lebih ngetop dengan panggilan Green Canyon. Batu Karas; udah sering dengar dari lama jadinya penasaran. Pangandaran; udah dimention dari zaman besi, katanya oke.

Ke Pangandaran dari Jabotabek?

Baca Lebih Lanjut »

Tak dapat dipungkiri, Iron Maiden adalah salah satu band rock terbesar dalam sejarah yang pengaruhnya sangat terasa di segenap penjuru metal manapun pada generasi berikutnya. Di kota ini, pada masa tahun 80′an seperti tidak sah rasanya jika seorang penggemar musik cadas tidak punya kaos Iron Maiden. Kamar seorang remaja laki-laki tak akan lengkap tanpa poster karton personil Iron Maiden atau gambar Eddie, sang maskot. Pada masa itu pula saat kita berjalan di sembarang gang di daerah permukiman padat akan terdengar lagu Iron Maiden diputar kencang-kencang dari stereo set ruang tengah, kalau tidak Iwan Fals atau lagu Dangdut. Kalau hari ini kita berjalan di gang-gang, yang terdengar akan lagu Wali atau Ungu. Popularitas di Indonesia mereka mungkin hanya bisa disamai oleh Metallica yang kebetulan udah mampir di Indonesia pada waktu mereka masih jaya-jayanya, tahun 1992.

Pada pertengahan tahun 2010 terdengar kabar berita, “Iron Maiden positif akan datang ke Indonesia tahun depan!” Saya jadi ingat waktu pertama kali menonton footage hitam putih pesawat-pesawat tempur Inggris sebagai intro Aces High dalam kompilasi Hard n’ Heavy, dalam bentuk kaset video Betamax.Saya jadi ingat waktu pertama kali merinding mendengarkan kaset Seventh Son of a Seventh Son yang bernuansa mistik dengan latar belakang kisah ahli nujum. Saya jadi ingat waktu saudara sepupu saya menghadiahi saya kaos tie-dye Iron Maiden. Dimanakah kaos itu gerangan?

Iron Maiden di Indonesia! di Ancol, Jakarta dan GWK, Bali. Ini akan menjadi sebuah momen yang bersejarah bagi penggemar musik metal nusantara.

\m/

Baca Lebih Lanjut »

Saya bisa bilang bahwa Deftones bukanlah band favorit saya secara keseluruhan. Tapi, saya sangat menggemari lagu karya mereka, “My Own Summer (Shove it)”! Ketuk snar drum yang ditimpali garukan intro gitar lagu tersebut menggetarkan hati untuk melakukan sesuatu. Sungguh sebuah lagu cadas yang sangat bagus dari era ‘metal baru’ tahun sembilan puluhan. Intro lagu ini sering sekali dipakai sebagai ilustrasi musik acara-acara di MTV, waktu itu. Intro lagu My Own Summer selalu tersimpan dalam hati, seperti intro “Mr. Brownstone” karya Guns n’ Roses, “And Justice for All” karya Metallica, maupun “Aces High” karya Iron Maiden. Selain My Own Summer, jangan lupa “Back to School!” “Be Quiet and Drive (Far Away)”, dan “Lhabia”

Dan … (drum roll) mereka akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011! Saya jadi ingat beberapa waktu sebelumnya, rekan saya @adia311 lewat sarana @Twitter dan Fisbuk begitu ngotot meyakinkan Adrie Subono untuk menghadirkan Deftones di Indonesia. Sebelumnya adia, @gadisbekasi, @heroydestroy, @curlyrainbow @bungjams dan rekan2 lainnya begitu antusias menjelang hadirnya @311 di Jakarta. Album Deftones yang berjudul Diamond Eyes dirilis dan itu adalah saat yang tepat untuk melobi pihak manajemen Deftones untuk membuat band mereka memampiri Indonesia. Kalau tidak salah, pada pertengahan tahun lalu, Deftones sudah diajak berunding oleh pihak promotor dari Indonesia namun ada aral melintang yang menghalangi terjadinya konser Indonesia tersebut waktu itu. Gono gini gono gini, akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011!

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.