jelajahi delhi (bag.2 dari 4): taj mahal \\ red fort \\ jama masjid \\ qutab minar

turis jepang berpose depan taj mahal - @yoshife

Seperti belum sah ke India kalau belum ke Taj Mahal. Lokasi indah ini ada di kota Agra, 215 km dari Delhi. Bisa ditempuh dengan kereta api atau bis dan mobil. Kereta di India termasuk murah, sesuai kelasnya. Di musim libur, pesanlah tiket jauh hari secara online. Timbang baik-baik moda transportasi yang akan diambil dengan untung ruginya. Taj Mahal tutup di hari Jumat, jadi kunjungi tempat ini di hari-hari lainnya. Di India, beda tiket masuk wisata antara turis lokal dan turis asing sangat jomplang. Di Taj Mahal, turis asing dianggap “High Value Guest” dengan harga tiket Rs750 (sekitar Rp150.000) sementara turis lokal membayar Rs20 (sekitar Rp4.000) Itu hak pemerintahnya sih. Tapi memang antriannya beda. Turis lokal hanya ngantri lima menit bisa masuk, yang lokal mungkin bisa 40 menit lebih. Tiket tersebut termasuk botol air mineral dan pembungkus kaki/sepatu, untuk melindungi lantai marmer Taj Mahal, bangunan bersejarah kelas dunia.

Megah di tepi Sungai Yamuna, Taj Mahal memang sangat menakjubkan. Kita bisa masuk bergantian ke dalamnya, melihat makam di tengah bangunan megah itu. Ukiran marmer dan kaligrafi yang dibangun puluhan tahun menjadi perlambang cinta yang agung sampai akhir hayat.

Selain Taj Mahal, tujuan wajib di Agra adalah Fatehpur Sikri dan Agra Fort. Seperti Taj Mahal, kedua lokasi tersebut merupakan peninggalan Mughal, dinasti Muslim yang dulu menguasai India dan meninggalkan banyak lokasi bersejarah yang tetap terawat di penjuru India.

Red Fort

Kembali dari Agra, di hari berikutnya adalah saat menjelajahi Delhi. Ibukota Negara, Delhi terbagi dal am beberapa wilayah. Lokasi yang banyak tujuan wisatanya adalah New Delhi dan Old Delhi. Mengunjungi jejak peradaban Islam di Delhi secara lengkap tak cukup dalam waktu sehari atau dua hari, maka dari itu riset dan rencana matang sesuai waktu itu wajib hukumnya. Di kawasan Old Delhi khususnya, terdapat Red Fort (Lal Quila) dan Jama’ Masjid.

Letak keduanya juga cukup dekat, Jama Masjid tepat berada diseberang jalan kawasan komplek Lal Quila. Dari tempat menginap, kita bisa menempuh Metro Rail dengan tujuan stasiun Chadni Chowk. Dari exit metro, kita bisa memilih sampai di tujuan dengan rickshaw atau berjalan kaki. Karena saat kami tiba keadaan jalan sangat padat macetnya, kami memilih untuk berjalan kaki saja menikmati suasana pasar Chadni Chowk yang mirip Tanah Abang namun lebih heboh.

Sepanjang jalan, di trotoar tampak penjual makanan, asongan, dan pengemis silih berganti. Seperti umumnya pasar di Indonesia lah. Sebelum Red Fort, kita lewati Meena Bazaar. Anda bisa pilih berbagai macam dagangan dari pakaian, karpet, pernik-pernik, maupun arloji dengan terjangkau. Meninggalkan macet manusia yang padat merayap, kami tiba di Red Fort, masuk membayar tiket Rs250.

Konservasi yang baik dari pemerintah India menjaga keagungan masa lalu lokasi ini. Semacam istana milik Dinasti Mughal, lokasi ini juga bersejarah bagi India modern. Proklamasi kemerdekaan India tahun 1945 oleh Jawaharlal Nehru bertempat di pintu utama, Lahore Gate.

Jama Masjid

Jama Masjid merupakan masjid yang digunakan untuk beribadah sampai hari ini. Untuk masuk ke dalam, pengunjung laki-laki maupun perempuan harus menutup aurat. Konon, ini adalah masjid yang terbesar dan terindah di India. Dengan membayar Rs100, kita bisa masuk salah satu minaret masjid untuk melihat pemandangan Old Delhi.

2 qutub minar - dilihat dari taman

Qutab Minar

Qutab Minar menjadi tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Minaret Qutab tinggi menjulang, adalah bangunan tertinggi di seluruh India selama berabad-abad. Qutab Minar dengan tinggi sekitar 72 meter adalah menara bata merah tertinggi di dunia. Arsitektur Islam tergambar dari ornamen kaligrafi dan ukir ayat suci Al-Qur’an pada dindingnya. Komplek wilayahnya cukup besar. Layak dikunjungi dan menjadi objek fotografi menjelang matahari terbenam, karena akan tampak sangat mengagumkan. Selain tempat-tempat tersebut di atas, masih sangat banyak tujuan wisata sejarah di Delhi, yang tak akan mungkin dapat dikunjungi semua dalam dua atau tiga hari

(Tulisan ini dengan hasil suntingan yang berbeda telah terbit sebagai artikel di Majalah Annisa, edisi Mar-Apr 2015.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s