jelajahi delhi (bag.1 dari 4): sensasi panca indra untuk orang asing

1 pedagang pakaian di Delhi

Anda pasti sudah punya bayangan tersendiri setiap mendengar kata India. Yang pertama muncul di kepala kita antara lain, toko kain, makanan beraroma kari yang kuat, film Bollywood dengan dansa khas serta lagu Indianya, dan Taj Mahal tentunya! Khususnya mengenai kota Delhi, kita akan membayangkan kota yang semerawut, aroma semerbak sepanjang jalan, namun citra negatif tersebut juga ditandingi oleh kabar dari teman-teman bahwa di India adalah surganya belanja. Kami telah kunjungi India dan pulang dengan selamat di tanah air dengan cerita seru dan koper penuh barang belanjaan!

Menjelajahi ibukota negeri asal Hinduisme, Buddhisme, Yoga dan Bollywood merupakan pengalaman yang seru dan tak terlupakan.

Riset. Riset. Riset. Sebelum mengunjungi sebuah tujuan wisata tentu saja kita harus riset sebaik-baiknya, menyesuaikan minat kita dengan apa ditawarkan lokasi tersebut dari segi alam, arsitektur, pertunjukan budaya maupun wisata belanja.

lanjut…

Selain akomodasi dan tahu kebudayaan lokal, kita juga harus membuat peta moda transportasi terbaik yang akan kita pilih. Unduh dan coba beberapa aplikasi peta metro Delhi dan petunjuk wisata di HP anda sebelum berangkat, pasti akan membantu banget. Untuk referensi penginapan, review pengguna dari hostelworld.com atau tripadvisor jadi sangat penting dan bisa jadi acuan.

Suasana Delhi

Delhi adalah kota yang sangat modern sekaligus masih sangat tradisional. Delhi punya Metro Railway yang sangat modern dan sistematis, fasilitas yang belum juga dimiliki Jakarta. Ada baiknya sebelum sampai ke Delhi, kita mempelajari dengan baik fasilitas ini karena sangat praktis bagi kita untuk menjelajah. Dikatakan sangat tradisional karena di seluruh kota masih tampak warga dengan pakaian khas daerah masing-masing berdampingan dengan warga yang berdandan masa kini. Di sebuah persimpangan Delhi, kita bisa temui kereta Sapi, berdampingan dengan rickshaw (becak), auto-rickshaw (bentuknya persis bajaj BBG), mobil jenis Ambassador yang khas, dengan mobil-mobil jepang keluaran terbaru. Warna-warni tersebut menjadi kekhasan tersendiri.

Kunjungan ke Delhi adalah sensasi untuk Panca Indra. Mata kita disuguhi warna-warni tata busana dan rumah ibadah. Penciuman kita akan segera menangkap aroma kari dan rempah. Kulit kita akan merasakan udara yang berpasir halus. Dan telinga kita akan hingar oleh suara klakson lho! Entah kenapa pengemudi di India gemar mengklakson, meskipun pejalan kaki atau kendaraan lain masih sangat jauh jaraknya.

Jumlah penduduk India lebih dari 1 miliar jiwa. Yang hidup dan mencari nafkah di kawasan Metropolitan Delhi berjumlah sekitar 16 juta jiwa. Bahasa yang digunakan di India adalah Hindi dan Inggris, tapi tak semua orang bisa bahasa Inggris karena setiap Negara Bagian punya kekhasan bahasa masing masing. Suku bangsanya sangat beragam, dan tidak semua berhidung mancung seperti Sakhrukh Khan atau berkulit legam, banyak juga yang tampak seperti etnis Cina-Mongolia, terutama mereka yang berasal dari daerah Darjeling, yang memang berbatasan dengan Republik Rakyat China. Mayoritas warga India memeluk agama Hindu.

Mata uang yang berlaku di India adalah rupee. Untuk kurs-nya, 1 rupee kurang lebih setara dengan Rp 200. Jika dibandingkan secara umum, harga barang dan jasa di Delhi sedikit lebih murah dari Jakarta. Tapi harga yang ditawarkan para penjual jasa dan pedagang kepada turis asing bisa sangat jauh berbeda dengan harga lokal. Nah disini kegigihan dan kesabaran negosiasi sangat dibutuhkan.

Di India, musim panas dari Maret sampai Mei. Musim dingin di bulan Oktober Desember, sementara Januari-Februari dingin agak berkurang. Juni-September adalah masa Monsoon dengan curah hujan yang sangat tinggi. Masa paling nyaman berkunjung ke Delhi adalah Januari-Februari.

(Tulisan ini dengan hasil suntingan yang berbeda telah terbit sebagai artikel di Majalah Annisa, edisi Mar-Apr 2015.)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s