@feistmusic. feist. jakarta. indonesia. 2012. keren.

Dari banyak karya musik dari pertengahan tahun 2000-an yang menurut saya keren adalah Sigur-Ros, Feist, dan Interpol. Malam tadi saya berhasil nonton Feist secara langsung. Yes. Optimistik untuk Interpol. Looking forward for Sigur Ros. Dan, saya ulangi. Malam tadi saya berhasil nonton Feist secara langsung. Yes.

Feist. Beliau sungguh adalah perempuan canggih musisi multi talenta. Saya pertama nonton penampilan beliau di acara Live at the Rehearsal dari Chum yang waktu itu tayang di O Channel. Berdiri dia di tengah panggung, dengan gitar Guild Starfire 1965 merahnya sungguh mempesona.

Album Let it Die adalah album yang nyaman dan penuh kenangan bagi saya dan Onengan karena menjadi soundtrack perjalanan hornymoon kami ke Gili Trawangan. Dan ternyata eh ternyata, Onengan pernah nonton Feist ketika ia jalan ke Perancis dulu. …

Saya simpan hasil unduhan penampilan Feist di radio KCRW dan penampilan Feist di Televisi Perancis. Dari pengamatan terhadap video dan file audio tersebut, dapat disimpulkan bahwa gig Feist akan penuh kejutan karena ia sering mengubah aransemen sebuah lagu, berbeda dari satu panggung ke panggung lainnya.

Dan kemudian pada tahun 2012, Feist tercatat sebagai salah satu lineup Laneway yang digelar di Australia, New Zealand, dan Singapura. Beruntung bagi teman-teman yang sempat nonton Feist di salah satu dari ketiga negara tersebut. Beruntung bagi saya dan teman-teman lainnya bahwa Feist akan menggelar shownya pula di Jakarta berkat Soundshine. Ia manggung di Indonesia, Jakarta, dahulu Bengkel sekarang Fairground (tapi kok lampunya masih bertuliskan Bengkel?)

Show malam itu dibuka oleh Oskadon Oye, oh Erlend Oye, yang setelah kami hitung-hitung, malam itu adalah penampilan beliau yang kelima di Jakarta. Ya, Oye seperti Keith Martin, Mike Tramp, dan Duncan Sheik yang telah mendapatkan piring cantik dari Dinas Imigrasi karena telah beberapa kali ke Indonesia. Beliau tampil seorang diri, dengan gitar pinjaman dari Feist.

Pada jam sembilan malam lewat, waktunya Feist!

Seperti spoileran teman-teman yang nonton Laneway, di pertunjukan Jakarta Feist banyak sekali membawakan lagu dari album Metal (2011). Album yang agak kelabu jika dibandingkan dengan album-album sebelumnya. Jika dibandingkan, lagu-lagu di Let It Die maupun The Reminder juga banyak yang kelabu, tapi di keduanya terselip lagu-lagu cerah ceria.

Dibuka dengan Undiscovered First, gig Feist di Jakarta berlangsung aman lancar dan terkendali. Dari duapuluhan lagu, hanya tiga lagu yang diambil dari Let It Die dan enam lagu dari The Reminder. Dan tidak lupa akan kegemarannya mengubah aransemen sebuah lagu, Mushaboom yang di albumnya terdengar ceria, malam itu dibawakan dengan aransemen yang tidak secerah di album. Demikian pula dengan Sea Lion Woman.

Setlist malam itu juga dimeriahkan dengan olah vokal the Mountain Man, yang terdiri dari tiga orang perempuan dan kolaborasi Feist dengan Erlend Oye dalam the Build Up, lagu yang terdapat di album Kings of Convenience keluaran tahun sekian.

Gig Feist di Jakarta adalah salah satu pertunjukan musik yang berkesan bagi saya. Meskipun sepertinya kurang berkesan bagi mereka yang menantikan Feist membawakan 1,2,3,4 atau Inside and Out; seperti Smashing Pumpkins tidak membawakan 1979; seperti Incubus tidak membawakan Pardon Me; dan Royksopp tidak membawakan Eple. Tanpa lagu-lagu yang ‘ceria’, Feist malam itu sangat seru dan komunikatif. Pake memandu penonton untuk nyanyi lagu ‘selamat ulang tahun’ untuk kru mereka segala. Gig Feist di Jakarta pada malam Februari itu seperti rangkaian lagu untuk mereka yang sulit move on #dibaloksobatFeist.

Malam yang keren di #366shots maupun #365shots saya. Beruntung saya dapat setlist pertunjukkan malam itu yang dilemparkan oleh kru lokal ke arah sekumpulan fans yang berebut setlist seperti sekumpulan kera yang berebut kacang dari sang pelatih. Ketika si kru akhirnya melemparkan setlist yang diremas lecek itu, saya sedikit melompat seperti Scottie Pippen meraih rebound dari tim lawan. Yes, saya dapat setlistnya. Agak menyesal malam ini saya tak bawa Sampul CD Feist untuk ditandatangani. Semoga lain kali ya.

4 thoughts on “@feistmusic. feist. jakarta. indonesia. 2012. keren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s