derawan, sangalaki, kakaban, & maratua; kalimantan timur

Beberapa hari di Derawan, terasa sekali adanya keakraban yang sangat dekat dengan segenap kekayaan laut kita. Kalau Anda belum pernah berkunjung ke Derawan, segera agendakan perjalanan ini. patut dijadikan agenda. Menghabiskan beberapa hari di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur Anda akan merasakan banyak sekali pengalaman baru yang Anda dapatkan. Dalam hal mengarungi pengalaman baru, perjalanan ke Derawan bersama pasangan dalam rangka berbulan madu akan terasa penuh cerita.

Kepulauan ini terdiri dari beberapa pulau, yang ramai menjadi tujuan wisatawan adalah Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, Pulau Nabucco, dan Pulau Maratua. Mungkin hanya di Derawan, kita dapat dengan mudah menemukan penyu hijau yang sedang berenang-renang mencari makan di pantai. Di Pulau Kakaban yang termasuk kepulauan Derawan, kita dapat berenang dengan ubur-ubur tak bersengat. Di hari yang cerah, jika sedang beruntung, Anda bisa berenang bareng ikan pari/Manta ray, bertemu Lumba-lumba atau bahkan ikan Paus.

Belum ada penerbangan langsung untuk menuju kawasan ini. Ada dua cara utama untuk mencapai Derawan; lewat Kota Tarakan atau lewat Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Keduanya dapat dicapai dengan penerbangan komersial dari Jakarta maupun Surabaya, lewat Balikpapan. Nah, dari Tarakan maupun Tanjung Redeb, perjalanan dilanjutkan dengan Speedboat. Dibandingan lewat Tanjung Redeb, rute lewat Tarakan lebih disarankan karena jarak antara Airport Juwata, Tarakan dan pelabuhan speedboat tidak terlalu jauh. Meskipun perjalanan Tanjung Redeb-Derawan relatif dekat dengan mencapai maksimal 1 jam perjalanan, antara Airport Berau ke Tanjung Redeb harus ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan.

setelah …

Setelah perjalanan speedboat kita lalui, ini saatnya mulai menjelajah. Peralatan snorkle dan Scuba cukup mudah kita temukan di Derawan. Di kawasan ini airnya cukup bening. Berangkat dari tepi pantai dengan snorkle dan fin, dalam jarak seratusan meter sudah tampak taman terumbu karang dengan ikan yang warna warni. Seru dan menyenangkan jika dilakukan dengan pasangan. Ketika air pasang, di laut dangkal pantai akan dengan mudah kita temukan penyu, setelah menunggu beberapa menit. Snorkling di sekitar pantai menjadi lebih seru ketika dilakukan malam hari dengan bantuan senter penerangan bawah air, apalagi saat bulan purnama. Jika snorkling adalah sebuah pengalaman yang menakjubkan, snorkling malam hari menjadi pengalaman unik yang langka. Seru sekaligus indah.

Dengan ratusan jenis karang, kawasan Derawan adalah daerah yang memiliki keragaman karang keras tertinggi nomor dua di dunia setelah Raja Ampat di Papua. Derawan juga terkenal sebagai lokasi dimana banyak terdapat penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata), diperkirakan dengan jumlah terbesar di Indonesia.

Khusus tentang penyu, Derawan memiliki pengalaman yang lengkap berkaitan dengan penyu. Dari mulai bertelur, pengeraman telur, sampai saat telur menetas dan tukik-tukik kecil tersebut dilepaskan ke laut.

Berjalan-jalanlah di garis pantai Derawan beberapa jam setelah makan malam, kemudian pilih satu lokasi untuk menunggu penyu yang akan naik ke pantai dari laut untuk mencari titik bertelur. Sambil menantikan naiknya seekor penyu dari bibir pantai, dengan tetap mematikan cahaya, kita bisa amati ribuan bintang di langit dan menanti bintang jatuh yang akan lewat. Ucapkan satu keinginan bersama, untuk Anda dan pasangan Anda.

Ketika seekor penyu naik ke darat dan mencari titik bertelur itu, kita harus tetap diam, tak bersuara dan tidak mengeluarkan cahaya dari ponsel ataupun bara rokok. Setelah sang penyu nyaman bertelur, barulah kita dapat mendekat. Dalam mengamati proses bertelurnya sang penyu kita seakan dapat merasakan betapa berarti hidup ini dari awal proses kelahiran dan pengorbanan sang induk.

Saat menjelang pagi di Pulau Derawan, siapkanlah daun pisang dari sekitar kampung. Kemudian bawalah daun pisang tersebut ke salah satu dermaga dan ikat pada satu tonggak kayunya. Dalam beberapa saat, satu atau dua penyu akan mendekat dan mulai makan daun pisang tersebut. Jika mereka sudah mulai mendekat, kita dapat mulai bermain akrab dengan mereka seperti bercanda dengan kucing atau anjing peliharaan di rumah. Asyik sekali.

Dengan kapal cepat sewaan, pergilah ke Pulau Sangalaki. Di sana terdapat satu area taman laut tempat Pari Manta (Manta birostris) sering terlihat berenang sendirian maupun bergerombol. Pengalaman berenang bareng Manta, yang lebarnya dari sirip ke sirip bisa mencapai empat meter, adalah pengalaman yang menakjubkan dan jadi kenangan yang sangat romantis bila dilakukan bersama pasangan Anda. Berenang-renang bersama Manta akan menyadarkan betapa kecilnya kita manusia, dan betapa indahnya dunia dengan segala isinya.

Juga di Sangalaki, dengan bantuan petugas setempat kita dapat menyaksikan betapa pentingnya usaha perlindungan telur-telur penyu dari para predator alaminya, termasuk manusia. Di lokasi perlindungan telur, kita dapat melihat tukik-tukik kecil yang sangat banyak. Kita dapat berpartisipasi dalam mengadopsi tukik-tukik tersebut, lalu melepaskannya ke laut. Memang tidak mudah hidup seekor penyu. Dari kurang lebih seratus butir telur yang dihasilkan seekor induk penyu dalam semalam, hanya satu atau dua yang kelak akan tetap bertahan hidup sampai dewasa.

Saat island hopping dari Derawan ke Pulau Sangalaki, Maratua dan Kakaban, tetap awasi lingkungan laut sekitar, siapa tahu ada sekelompok lumba-lumba yang menyambut dan menemani kita ke titik penyelaman snorkling atau diving.

Saatnya ke Pulau Kakaban. Pulau tak berpenghuni dengan bukit karang yang mengelilingi sebuah danau. Jika dilihat dari udara tampak seperti sebuah wadah air raksasa. Pada zaman dahulu, lokasi ini adalah bagian dari laut, namun perjalanan alam memisahkan tempat ini menjadi sebuah pulau tersendiri. Ubur-ubur yang ‘terjebak’ di dalamnya hidup tanpa predator yang berarti, membuat kemampuan sengat mereka hilang seiring waktu. Danau dengan ubur-ubur tanpa sengat ini hanya ada dua lokasi di dunia, di Kakaban dan yang lainnya adalah di Kepulauan Palau, Samudra Pasifik.

Setelah kapal tertambat di dermaga, untuk sampai ke Danau Kakaban, kita harus berjalan mendaki anak tangga bukit karang dan menuruninya setelah melewati puncak bukit tersebut. Dapat berenang di Danau Kakaban di antara ubur-ubur berwarna putih dan oranye yang banyak sekali mengelilingi kita adalah pengalaman yang sangat unik dan seru dan tak dapat dibayangkan sebelumnya. Ubur-ubur yang bergerak perlahan tak memperdulikan kita sambil membawa kita ke alam fantasi mimpi atau fiksi ilmiah.

Apabila Anda memilih pergi ke Derawan lewat jalur Tarakan ada tambahan satu tempat yang harus disambangi. Jangan lupa mengunjungi hutan mangrove di tengah kota yang sekaligus juga menjadi tempat konservasi Bekantan.

Dengan keistimewaan Kepulauan Derawan dari adanya danau ubur-ubur tak bersengat dan banyaknya penyu, taman terumbu karang di pulau-pulau tersebut juga sangat indah untuk dilihat dengan cara snorkeling dan menyelam. Benar-benar keindahan romantis yang sangat layak dibagi dengan orang yang kita kasihi.

Hanya di Kepulauan Derawan, kita dapat pelajaran yang mengenai kehidupan kita dari siklus hidup penyu hijau dan penyu sisik. Dari mulai bertelur, pengeraman telur, sampai saat telur menetas dan tukik-tukik kecil tersebut dilepaskan ke laut. Dan bermain dengan penyu sesuatu yang dapat kita lihat dari jarak tertentu di ocean park namun dapat kita alami sendiri di sini. Kita mengamati hidup dari sisi yang sangat berbeda dari kehidupan kita sehari-hari. Anda dan pasangan Anda akan belajar banyak dari saudara tua, Penyu Hijau dan Penyu Sisik.

– Jangan lupa bawa kamera saku bawah air, karena pengalaman snorkeling, bertemu penyu, dan ubur-ubur tanpa sengat akan terlalu berharga untuk tidak diabadikan.

– Ajak pasangan atau teman untuk berkeliling pantai Derawan di waktu malam. Sangat mungkin Anda akan menemui jejak penyu yang sedang mencari lubang ideal untuk bertelur. Nantikan dengan tanpa bersuara, saat ia mulai nyaman dan bertelur. Setelah bertelur. Penyu ini baru dapat kita abadikan tanpa membuat ia terganggu.

– Hindari konsumsi telur penyu atau membeli suvenir yang terbuat dari sisik penyu.

Kakaban Tour: http://kakabantravelservices.blogspot.com/ | Jl. Ruhui Rahayu 1 No. 11 RT.12 (Samping Bank BRI Ringroad) Balikpapan | 0542-873270, 0542-5662233, 081254200333 | email: info@kakabantrip.com | Twitter : @kakabantrip | BlackBerry PIN: 22BB72AC | Yahoo Messenger Kakaban_tour@yahoo.com

(sebagian telah diterbitkan di majalah National Geographic Traveler, Februari 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s