siapakah jacko siompo? “hip-hop was born in papua,” katanya

“Hip-hop was born in Papua. You don’t have to believe me. But my great-greandmother told me.” Begitulah kata Jecko Siempo menurut siaran pers untuk segera disebarluaskan. Sore itu saya berkesempatan nonton karya Jecko, “We Came from the East” ditampilkan pertama kali di GoetheHaus. Sebelumnya saya pernah diajak @onengan untuk nonton karya Jacko, tapi belum sempat-sempat. Kalo menurut @onengan, karya Jecko itu keren banget. Dinamis dan seru. Mari kita buktikan.

Lobby gedung Goethe-Haus dipenuhi oleh ukiran-ukiran Papua. Tampak pula satu meja yang menjual aksesoris dan kain Papua. Di salah satu sudut tampak seseorang dari Papua, dengan ornamen coreng-moreng cat putih di wajah dam badannya dan dengan hiasan kepala Papua, sedang duduk sibuk dengan ukirannya. Sesekali ada anak muda yang mengajak dia foto bareng.

Antusiasme calon penonton cukup besar, dan untuk mengakomodasi mereka yang tidak dapet tiket, Goethe-Haus mempersiapkan layar dan projector di teras belakang, dan menonton pertunjukkan tersebut a-la layar tancep.

Ruangan digelapkan.

Mari matikan HP, dan lupakan masalah yang timbul barusan dan juga badut-badut partai yang rame di koran-koran. Tampak seseorang dengan ornamen coreng-moreng cat putih di wajah dam badannya dan dengan hiasan kepala Papua.

Beliau silam. Mulailah, chaos penari menggelinjang seperti ngesot-ngesot tak beraturan seperti binatang dengan gerak tak beraturan. Kemudian sedikit terselip gerakan hip-hop seperti yang sering Anda lihat di video klip dari Amerika, dan orang-orang lainnya yang berusaha Amerika. “hip-hop berasal dari Papua.” Lengkap dengan tingkah laku yang menyerupai hewan yang maskulin yang keras tidak lembut. Kadang-kadang penarinya nyletuk sana sini menimbulkan suara tawa penonton.

Pertunjukkan ini tidak seperti tari lainnya yang saya pernah tonton. Yang satu banyak mengeksplorasi gerakan-gerakan ngesot yang dekat dengan lantai, sehingga seperti sangat jarang sekali adegan yang ‘berdiri tegak’ Perjalanan dari ngesot ke bungkuk ke berdiri tegak kita nikmati dengan asyik dalam pertunjukkan ini diselingi gerakan tiba-tiba salah satu personel yang kadang aneh aja, kadang lucu.

Jecko Siompo lahir di Jaya pura pada 4 April 1975, setelah lulus dari SMA, ia melanjutkan studi tari di Institut Kesenian Jakarta. Pada tahun 1999 ia belajar Hip-hop di Portland, Amerika Serikat, lalu belajar  ttg tari kontemporer di Folkwang Studio di Jerman. Ia pernah tampil di Malaysia, Singapure, Jepang, Jerman, Denmark, Australia, Amerika, Perancis, Taiwan, Hongkong dan Rusia. Karya-karya sebelumnya antara lain Betamax to DVD (2009), What Existed (2009), Behind is the new Front (2008), Matahari itu terbit di Papua (2007) dan banyak lagi lainnya.

Beneran, We Came from the East” adalah pertunjukkan yang menarik. Kalau sedang di Hamburg, Berlin, Singapura, dan Melbourne, Australia; carilah jadwal “We Came from the East” yang merupakan produksi bersama Goethe-Institut Indonesien, Kampnagel Hamburg, Hebbel-am-uefer Berlin, Esplanade Singapore.

http://jeckosdance.com/

www.goethe.de/tanzconnexions

One thought on “siapakah jacko siompo? “hip-hop was born in papua,” katanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s