deftones in jakarta 2011, pesta warga “new” metal

Saya bisa bilang bahwa Deftones bukanlah band favorit saya secara keseluruhan. Tapi, saya sangat menggemari lagu karya mereka, “My Own Summer (Shove it)”! Ketuk snar drum yang ditimpali garukan intro gitar lagu tersebut menggetarkan hati untuk melakukan sesuatu. Sungguh sebuah lagu cadas yang sangat bagus dari era ‘metal baru’ tahun sembilan puluhan. Intro lagu ini sering sekali dipakai sebagai ilustrasi musik acara-acara di MTV, waktu itu. Intro lagu My Own Summer selalu tersimpan dalam hati, seperti intro “Mr. Brownstone” karya Guns n’ Roses, “And Justice for All” karya Metallica, maupun “Aces High” karya Iron Maiden. Selain My Own Summer, jangan lupa “Back to School!” “Be Quiet and Drive (Far Away)”, dan “Lhabia”

Dan … (drum roll) mereka akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011! Saya jadi ingat beberapa waktu sebelumnya, rekan saya @adia311 lewat sarana @Twitter dan Fisbuk begitu ngotot meyakinkan Adrie Subono untuk menghadirkan Deftones di Indonesia. Sebelumnya adia, @gadisbekasi, @heroydestroy, @curlyrainbow @bungjams dan rekan2 lainnya begitu antusias menjelang hadirnya @311 di Jakarta. Album Deftones yang berjudul Diamond Eyes dirilis dan itu adalah saat yang tepat untuk melobi pihak manajemen Deftones untuk membuat band mereka memampiri Indonesia. Kalau tidak salah, pada pertengahan tahun lalu, Deftones sudah diajak berunding oleh pihak promotor dari Indonesia namun ada aral melintang yang menghalangi terjadinya konser Indonesia tersebut waktu itu. Gono gini gono gini, akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011!

Deftones hadir, dengan Chino Moreno sebagai pemimpin utama, penyanyi, kadang-kadang main gitar. Lalu, Stephen Carpenter sebagai gitaris. Frank Delgado sebagai penjaga keyboard dan turntables. Abe Cunningham dibalik set drum; dan Sergio Vega sebagai pembetot bas yang (sementara) menggantikan Chi-Cheng yang koma berkepanjangan setelah kecelakaan motor. Pertunjukan berlangsung lancar di bawah pimpinan Chino yang kadang bernyanyi merdu, kadang merintih, kadang berteriak. Saya sangat terkesima dengan sound gitar Carpenter yang berat, sangar dan berwibawa, sangat enak untuk headbang maupun moshing. Cunningham dengan groove yang asyik (eh, ada yang tahu padanan Bahasa Indonesia yang pas untuk situasi ini?) sinkop yang patah-patah membuat goyang-goyang tanggung para penonton yang menikmati. Malam itu jadi perayaan warga “new” metal 90-an

Chino dengan tubuhnya yang besar meliuk-liuk di tengah repertoar. Saat jeda antar lagu, Chino sempat mengambil kaleng bir yang diletakkan oleh kru di depan set drum Cunningham. Diteguknya bir tersebut. “Binteng!” (Maksudnya “Bintang” gitu loh cin) “It’s very good!” katanya memuji. Hmmmm, kalo gak salah, sponsor minuman pertunjukan sore itu bukan Bintang, melainkan Carlsberg. nah lo! nah lo!

Kembali saya sangat sumringah ketika “Passenger” (yang aslinya dinyanyikan bareng Maynard James Keenan). Karena Deftones memang lihai memainkan emosi antara marah-marah dan putus asa. Malam berlalu untuk para penggemar musik cadas di Indonesia saat itu, dan Deftones sudah membawakan 22 lagu.

Ini saatnya “encore”! Deftones memainkan “Root” yang dilanjutkan dengan “7 Words” dari albem lama mereka. Nah, di lagu ini, Chino yang tadinya sibuk jejingkrakan di panggung ke kanan ke kiri ke atas monitor ke panggung drum, kemudian turun dari panggung menuju barikade pemisah panggung dan penonton. Ia salami penonton sambil berjalan, seperti rockstar (eh, dia emang rockstar ya). Kemudian ia naik ke barikade. Wah saya pikir dia bakal bodysurfing ke penonton. Penontonnya kuat gak ya menahan badan Chino yang cukup besar. Ternyata dia bernyanyi sambil condong ke atasnya penonton sambil dipegangi petugas keamanan. Coba cek fotonya @adia311 untuk melihat betapa dekatnya Chino dengan penonton malam itu. lalu, tanpa Back to School, kita back to life.

Setlist:
1. Birthmark
2. Engine #9
3. Be Quiet and Drive (Far Away)
4. My Own Summer (Shove It)
5. Lhabia
6. Around the Fur
7. Digital Bath
8. Knife Party
9. Hexagram
10. Minerva
11. Bloody Cape
12. Diamond Eyes
13. CMND/CTRL
14. Royal
15. Sextape
16. Rocket Skates
17. You’ve Seen the Butcher
18. Beauty School
19. Hole in the Earth
20. Kimdracula
21. Change (In the House of Flies)
22. Passenger

Encore
23. Roots
24. 7 Words

Blog-blog lain tentang Deftones di Jakarta
http://bintangrafdi.posterous.com/review-deftones-live-in-concert-jakarta-sukse
http://adithiarangga.wordpress.com/2011/02/09/deftones-menghipnotis-ribuan-penggemarnya-di-jakarta/
http://geeksbible.com/2011/02/13/deftones-live-in-jakarta-report/
http://www.adityo.net/?p=269

5 thoughts on “deftones in jakarta 2011, pesta warga “new” metal

  1. Mata gue berkaca-kaca sewaktu “Change(In the House of Flies)”, dan akhirnya tanggul pun jebol di “Passenger”. Sukses berairmata!😀

    Manasik nu-metal \m/

  2. i missed it! i’m so fucked up! gue fans berat mereka gara2 my own summer dan be quiet and drive. tapi lebih kesengsem sama engine no. 9 (sempet jadi nickname gue buat chatting di IRC, o my god… those moments). gue dapet album white pony yang covernya merah. itu langka bo!! dan gue belinya di taman anggrek! LOL
    btw, gue juga nangis kalo denger lagu change :(((

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s