hidup, jodoh, dan mati di tangan tuhan (…di mata twitter)

Met pagi dini hari tweeps rekan-rekan sekalian, ini saatnya untuk catatan terakhir di 2010. Tadinya saya ingin bercerita tentang film-film yang saya tonton 2010 ini. Tapi ah, gak penting … mari bercerita tentang kehidupan (seperti tergambar di Twitter), … halaaaah berat pisan. Ditemani tembang-tembang nyaman karya Bedouin Soundclash saya mulai menulis.

Izinkan saya mengulang judul, seperti yang sering diucapkan orang-orang tua dan orang muda juga;

“Hidup, Jodoh, dan Mati di tangan Tuhan (di mata Twitter)”

Manusia berbagi.

Homo Partio (diterjemahkan secara ngawur dengan bantuan Google Translate)

Seperti yang dikatakan @jack, @ev dan @biz sejak awal, bahwasanya @Twitter yang mereka rancang bersama adalah untuk berbagi informasi. Tentang apa yang sedang terjadi, apa yang orang lakukan, dan atau apa yg sedang dirasakan oleh orang yang mengirimnya. Dan lalu Twitter bertambah terus penggunanya ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan membentuk norma-normanya sendiri, seperti RT yang disalahpahami sebagai reply dan lain sebagainya.

Karena kita sangat senang sekali berbagi dan Twitter menjadi sarananya. Berbagi rasa, #IndonesiaUnite. Berbagi celetukan, #AnjingGombal. Berbagi kegeraman dalam harapan, #NurdinTurun. Berbagi apa saja, dari berbagi kerinduan akan combro sampai berbagi keinginan untuk kentut saat ada di lokasi dan situasi yang tidak kondusif (untuk cepirit) … singkat kata, berbagi kehidupan. Tentunya, termasuk hidup, jodoh, dan mati. Kita mengirimkan salam dan ucapan suka atau duka lewat Twitter. Bersama dengan BBM, Twitter jadi faktor makin sedikitnya orang berkirim kartu ucapan hari raya.  Kita berbagi semuaaa …..

Hidup – Lewat Twitter kita jadi segera tahu ketika seorang perempuan berbagi perasaannya saat mengetahui bahwa dirinya hamil. Serta merta lewat Twitter pula, handai taulan mengucapkan selamat dan mengirimkan doa agar sang jabang bayi sehat sampai saat lahir kelak. Kita pun jadi mengikuti proses kehamilan dari kunjungan berulang ke dokter sampai kesibukannya mencari / menghindari makanan tertentu saat mengandung tersebut.

Lalu pas pada Hari-H, Jam-J dan Saat-S kita ikut berdoa keras dan deg-degan saat si perempuan dalam proses persalinan yang kemudian alhamdulillah si jabang bayi lahir ke dunia untuk menunaikan tangisan pertamanya. Bahagia rasanya mengikuti #LiveTweets semacam ini apa lagi ketika sang calon bapak dengan rajin dan tak jemu nge-tweet perkembangannya, seperti yang sebelumnya saya ikuti di Timeline ketika proses persalinan ibu-ibu muda kita, @almaviva, @somemandy, @rintul, dan @reniyrens (disusun menurut urutan hronolohis kronologis)

# # #

Jodoh – demikian pula dengan proses pertemuan dan peresmian pertalian belahan jiwa. Orang akan dengan penuh suka cita, membaginya di Twitter. Kerabat akan dengan seksama melakukan #livetweet sebuah proses ijab qabul dan sakramen pernikahan untuk berbagi dengan rekan yang tak hadir. Bahkan orang akan melakukan #livetweet dari apa yang dia lihat di TV, seperti yang akan dilakukan penonton ketika ijab qabul Prince William dan Kate Middleton kelak, dengan ulasan setajam singlet pada saat-saat tertentu tentunya. Saya jadi ingat waktu, rekan @patvandiest yang melamar @witasoy (sekarang dengan sukses telah berubah nama, @witvandiest), dan itu adalah lamaran pertama lewat Twitter di Indonesia. Indahnya asmaraaaaaaaa …. (#nowplaying amber karya @311)

# # #

Yah, siapa yang mau Sakit ? Bapak mertua saya sering mengulang, “sehat sebelum sakit. hidup sebelum mati”. Dan rasa sakit ini, pain ataupun illness ini terasa lebih berat tanpa dibagi. Toh, Highlander pun sakit jua. Dan kita beberapa kali membaca #livetweet tentang keadaan rekan/keluarga yang sedang sakit bahkan sekarat, bahkan oleh orang yang sedang sakit itu sendiri. Saya jadi ingat ketika seseorang ngetweet, ah saya lupa persisnya, kira-kira seperti ini, « Not now, Dad » Harapan kepada sang ayah yang ia kasihi. Kemudian para followers mengirimkan doa harapan untuk membesarkan hati si sakit atau handai taulannya agar bersemangat menghadapi keadaan penyakit tersebut dan perlahan-lahan melangkah untuk menuju kesembuhan. Karena hanya harapanlah yang membuat kita tetap hidup.

Kadang-kadang kita yang menerima berita seperti ini lewat timeline, tidak mengenal secara pribadi siapa handai taulan yang sakit itu, tapi jadi tahu banyak tentang dia karena banyak teman kita di Twitter yang juga kenal dengan yang bersangkutan.

# # #

… dan kematian adalah sesuatu yang pasti adanya, hanya sang waktu yang tahu kapan saat pastinya. Berkaitan dengan tweet semacam ini, saya jadi ingat saat seorang teman mengirimkan « the darkest tweet so far » di timelinenya, yaitu ketika ia mengabarkan saat wafat ayahnya. Lebih jelas lagi ingatan melintas pada tanggal 20 September 2009, ketika saya sambil berlinang air mata menangis meraung-raung, harus mengabarkan berita wafatnya ibu saya. Lewat twitter, kita jadi tahu bahwa orang terdekat dari orang tersebut telah wafat. Kita jadi tahu bahwa handai taulan kita telah tiada. Lalu kita mengucap doa.

Kita terus berbagi berita. Yang dahulu disampaikan lewat ucapan langsung, selebaran, iklan di Koran, dan lewat SMS. Berita tersebar lewat Twitter. Nah tweeps, jangan lupa cek ricek berita yang diterima. Kemarin, pada hari Kamis 30 Desember tersebar dua berita kematian; seorang rekan, dan seorang pesohor Amerika, Eddie Murphy. Dan ternyata, kematian Eddie Murphy kemaren berita bohong belaka, hoax nyatanya. Tampaklah bahwa Internet, media sosial, dan Twitter telah menjadi dan terus akan menjadi saksi bisu akan kehidupan kita, baik yang aktif di dalamnya, maupun yang tidak menyentuhnya.

Akhirul kata, mari kita berdoa untuk kebaikan semua orang. Mengucap syukur bahwa kita masih diberikan umur untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat, dan mendoakan yang terbaik untuk keluarga kita dan handai taulan yang telah lebih dahulu menghadap Tuhan Yang Maha Esa. Termasuk teman-teman kita yang telah mandahului kita pada tahun 2010 ini, antara lain; Alex @alexabimanyu (11 Maret 2010) yang aktif di Career Coach, Dhani @theafterbeater (17 Desember 2010) yang aktif di The Authentics dan Tika @tikuyuz (30 Desember 2010) yang aktif di @jtug.

May the force be with you, always

Amen

6 thoughts on “hidup, jodoh, dan mati di tangan tuhan (…di mata twitter)

  1. Oh look what Twitter has done to our life.🙂
    Tulisan yang menyenangkan, dengan selingan-selingan garingannya hehe..
    Selamat menyambut 2011 ya😀 See you in twitter!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s