nontron tron: legacy!

Call me norak tapi saya baru tahu bahwa Tron: Legacy (2010) adalah sebuah sekuel.  Setelah brosing2 mengantisipasi Tron: Legacy, saya baru tahu bahwa film ini adalah terusan dari film Tron (1982). Tron yang tahun 80-an menjadi film yang populer di masa tersebut, katanya. Soalnya saya gak ingat film tersebut, lebih ingat Star Wars (tentunya), Battlestar Galactica, Yamato bahkan Space Balls. Balik ke Tron: Legacy, ini adalah film yang menarik, dengan buzz yang berdengung lama di kalangan penggemar film fiksi ilmiah sebelum filmnya dirilis.

Selain penggemar film fiksi, para penggemar musik elektronika juga membicarakan film ini sejak lama karena ada kabar bahwa Daft Punk yang akan menggarap soundtracknya. Yap, Daft Punk duo pemalu dari Prancis yang mulai album kedua mereka, selalu tampil bertopeng futuristik dengan hiasan lampu2 seperti penunjuk informasi diskon yang sering kita temui di muka toko elektronik.

Ini mengenai Tron. Sebuah permainan elektronik (kita menyebutnya dulu sebagai ding-dong). Saya jadi ingat waktu SD betapa kalau sudah punya duit sendiri kepengen punya mesin ding-dong (segede bagong) atau pinball (dan bunyi bel dan lampu warna-warninya yang meriah) di rumah. Dalam tron, dengan, masukkan kode-kode tertentu dalam komputer super berlayar sentuh, Anda kemudian dapat ditembakkan dengan sinar untuk masuk ke, The Grid! Mulailah lagu-lagu synthesizer ala 80-an menghiasi film dengan megahnya.

Saat kita bermain game, sering kali kita terlalu menghayati, menjadi tokoh yang kita mainkan di dalam game. Film ini menggambarkan hidup dalam sesuatu yang asing. Sebagai aliran data dalam komputer. Hidup sebagai satu unsur dalam teknologi informasi. Seperti hidup dalam mimpi. Hidup di luar kehidupan yang kita alami. Hidup dalam mesin. Hidup dalam teknologi informasi. Seperti roh-roh yang bersemayam dalam mesin. Ada beberapa film fiksi ilmiah lainnya yang mengangkat hal ini, seperti Johnny Mnemonic (1995) dan The Matrix (1999).

Ada manusia yang hidup dalam sistem tersebut, melakukan yoga dan hal-hal lain yang dilakukan Michael Jackson dan Janet Jackson dalam Scream. Ada teman wanita yang sebenarnya data juga. Saya nonton dalam versi 3D, tapi kok kayaknya hanya terasa dalam menit-menit pertama tapi lalu gak terlalu terasa efeknya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s