obama di kota ini #obamadihati #eeeaaa pancasila from chicago guy

Barack Hussein Obama II memang pantas menjadi idola. Dengan penuh rasa hormat kepada perbedaan ras dan warna kulit, Obama adalah Presiden Amerika Serikat pertama dari orang Amerika keturunan Afrika. Kenya dapet bonus karena ayahnya kelahiran Kenya. Indonesia juga mendapatkan bonus dari Obama, karena dia pernah tinggal di kawasan Menteng Dalam, Jakarta.

Saya nonton pidato pengukuhannya sebagai calon Presiden AS dari Partai Demokrat, dengan khidmat. Lagu ‘City of Blinding Lights’ karya U2 menjadi soundtracknya dan selalu berputar di kepala ketika melihat berita tentang Obama. Beberapa saat kemudian, orang-orang dari penjuru dunia merayakan kemenangannya, keterpilihannya sebagai Presiden USA, mengalahkan kandidat Partai Republik John McCain. Saya ingat betapa ia didukung kaum muda Amerika; dan betapa kampanyenya menggunakan social media dengan sukses lewat Facebook dan Twitter. Saya ingat betapa kubu salah satu kandidat Presiden Indonesia, gak usah sebut nama, pada kampanye 2009 meniru tampilan dan warna situs Obama. Keterpilihan. Obama membuat namanya pantas disebut sejajar dengan sedikit negarawan sebelumnya seperti JFK, MLK, dan Nelson Mandela. Obama telah membuka banyak pintu, dan banyak hati. He is a rockstar. Dan ia main basket secara rutin pula, dan menggemari Spiderman pula. Obama adalah sosok yang ‘nyata’.

Setelah tertunda dua kali, pada bulan November 2010, Barack Obama dan Michelle Obama dijadwalkan hadir di Jakarta. Dan terima kasih kepada Dian, Aurel dan tim social media @usembassyjkt, saya mendapatkan dua tiket untuk menjadi saksi Pidato Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Saya bersorak-sorak bergembira, bergembira semua (dalam hati). Saya ajak ayah saya ikut serta.

Ini adalah kesempatan yang sangat langka, Saya jadi teringat suasana tahun 1994 ketika Bill Clinton ke Jakarta dan Bogor, ketika jalan-jalan protokol dihiasi beberapa panser yang parkir, dan ditutup beberapa menit untuk mengizinkan rombongan VVIP lewat. Terbayang pula ketika Obama melakukan Pidato di sebuah Auditorium di Kairo, Mesir pada bulan Juni 2009.

Tanggal 10 November 2010 telah tiba.

#ObamadiRI!

Maafkan saya hampir lupa jika 10 November diperingati bangsa Indonesia sebagai Hari Pahlawan. Yah, pada tahun 2010, saya rayakan hari tersebut untuk pahlawan saya, Barack Obama. Seperti permintaan panitia, kami bergegas dengan taksi untuk tiba di Parkir Timur Senayan pukul 05:00 pagi. (Yap, pukul 05:00 pagi, saudara-saudara) Rombongan dari Kedutaan AS diminta bersama-sama berangkat ke lokasi Balairung UI Depok dan pulang dari sana kembali ke Senayan dengan bus untuk mempermudah pengamanan. Setelah undangan ditunjukkan ke panitia, tiap peserta diberikan gelang Power Balance yang tersohor itu, kemungkinan besar palsu karena yang asli harganya Rp 390.000. Lebih dari 20 bis berangkat dari Senayan pagi itu. Di bis yang kami naiki tampak Wimar Witoelar, Juru Bicara (alm.) Presiden Gus Dur. Ia tampak melayani permintaan sesama penumpang bis untuk foto bareng. “Ongkosnya tiga ribu yaa,” katanya sambil terkekeh khas.

Kami tiba di kawasan kampus Universitas Indonesia, Depok dimana bus kami diperiksa secara berlapis oleh Paspampres, Kepolisian, Satpam UI, dan tentu saja US Secret Service.  Bis kami harus melewati dua mobil Paspampres yang di parkir berdampingan, yang berfungsi sebagai alat X-Ray besar. Oleh panitia, kami dilarang membawa paying, topi, spanduk dan tas. Walhasil, saku celana saya sukses dipenuhi dua ponsel, satu perekam suara, satu kamera saku, dan satu dompet, ditambah satu handuk kecil dan satu bungkus permen Woods.

Kami turun dari bis lewat belakang Rektorat UI. Tampak banyak sekali Secret Service berjas hitam; tampak besar-besar seperti pemain American Football; dengan kacamata hitam dan telinga terselipkan earpiece. Seperti di bandara, kami diperiksa satu oleh USSS dan Paspampres RI dengan detektor logam dan barang bawaan harus melewati alat X-Ray. Saya diminta mengeluarkan barang bawaan di saku, lalu diperiksa oleh petugas dengan detektor logam yang mereka pegang. Tiba-tiba alat tersebut menyala saat memeriksa saku kanan saya; sekonyong-konyong Secret Service di sekitar saya melotot ke arah saya. Saya langsung terdiam dan takut. Oh ternyata saya lupa mengeluarkan bungkus permen Woods saya, karena lapisan logam/plastik pembungkusnya terdeteksi sebagai logam. (menghela nafas lega)

Kami sepertinya adalah rombongan pertama yang hadir dilokasi. Saya sangat senang ketika tahu bahwa kami dapat duduk di bagian terdepan paling dekat dengan podium. Saya duduk di baris ketiga; dan melihat rekan @qronoz di baris pertama. Beberapa saat kemudian tampak @ndorokakung dan @imanbr duduk di belakang saya, di samping saya ada @danrem. Di bagian kami pula, tampak Desi Anwar dan Nadine “Indonesia is a beautiful city” Chandrawinata. Kami lebih senang lagi ketika, tampak rombongan beberapa menteri berbaris untuk duduk di bagian pas belakang kami. Yang menarik dan seru juga adalah ketika Presiden Habibie datang bersama anaknya. Sontak kami yang duduk di bagian depan berdiri dengan kamera masing-masing mengabadikan kedatangan beliau. Pak Habibie tampak ramah melambaikan tangan kearah kami dan juga kearah tribun. Yang lucu adalah kemudian beliau mengeluarkan perekam videonya lalu merekam sambil berputar, giliran kami satu balairung melambaikan tangan sambil bersorak ke arah beliau.

Saat beberapa orang sibuk berfoto-foto dengan latar belakang podium kosong atau mengamati timeline Twitter saat itu, saat itu pula pengeras suara berseru, “Ladies and gentlemen, please welcome The President of the United States of America, Barack Hussein Obama.” Sekonyong-konyong satu balairung berteriak dan bertepuk tangan dan berdiri menyambut Obama yang berjalan menuju podium sambil melambaikan tangan. Merinding rasanya; lebih merinding dibandingkan saat menyaksikan Metallica naik panggung di Stadion Lebak Bulus atau saat 311 memainkan Amber di Jakarta.

“Assalamualaikum”, katanya seperti kandidat Abang Jakarta. “Pulang kampung, nih!” tambahnya. Sontak semua bersorak. Singkat cerita setiap Obama mengucapkan kata-kata khas Indonesia, semua bertepuk tangan; termasuk “Sateee” dan “Baksooo” tentunya. Ia mengungkapkan bahwa merasa sebagai bagian dari Indonesia. Saya dan banyak sekali orang Indonesia pun merasakan hal yang sama. Namun demikian, saat ini ia bukanlah orang Indonesia; Obama adalah orang nomor satu di Amerika Serikat. Presiden sebuah negara Adidaya. Negara yang sempat disebut oleh Time sebagai Globocop. Yuk mari kita ikuti pidato beliau.

Berbeda dengan pidato beliau di Kairo, pidato di Jakarta terdengar lebih khusus. Jika di Kairo ia berbicara dengan publik yang hadir di sana secara langsung, isi pidato tersebut berbicara kepada Dunia Islam pada umumnya, sementara di Jakarta, Obama bicara khusus dengan publik orang Indonesia. Obama bicara tentang pengalamannya di Indonesia, tentang pandangannya tentang Indonesia saat ini, dan bahwa AS dan Indonesia harus meningkatkan pertukaran pelajar.

Pancasila ia sebut. Sesuatu yang kita hapal dalam hati saat Sekolah Dasar, dan coba saja sekarang Anda minta rekan Anda menyebutkan secara berurutan lima dasar negara itu. Bhinneka Tunggal Ika ia sebut pula sebagai asas yang mempersatukan kita dan harus selalu dijunjung tinggi, seperti halnya AS punya E Pluribus Unum. Mendengar Obama, yang Presiden Amerika bicara tentang Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, saya sangat senang kemudian malu karena hal tersebut kok seperti tidak tampak dalam kehidupan sehari-hari saat koran harian selalu memuat banyak berita yang membuat miris; dan semuanya terjadi di Indonesia. Dan kita orang Indonesia diingatkan Presiden Amerika mengenai hal tersebut.

Presiden Obama, terima kasih atas curhatannya.

Ia mengakhiri pidatonya. Semua hadirin bertepuk tangan dan bersorak. Dan semakin bersorak ketika ia turun panggung menuju barikade tempat kami duduk. Tampak Secret Service berlari mendekati Obama yang tampak akan menyalami hadirin di tepi barikade dari ujung kanan ke ujung kiri. Saya terpaksa melompati bangku dari tempat saya duduk ke baris depan barikade. Obama tampak mulai menyalami sisi kanan, tangan-tangan hadirin terjulur ditingkahi jepret kilat kamera.

Obama in Jakarta

Secret Service sibuk meminta hadirin di barikade untuk memperlihatkan tangannya sambil meminta untuk tidak menarik tangan Obama terlalu kencang. Saya dan beberapa orang di sekitar saya menurut; karena konon kabarnya Secret Service sudah diberi hak untuk shoot to kill. Oooops. Tampak seseorang di belakang saya mencoba mendapatkan sudut pandang yang lebih baik untuk memotret Obama dengan berdiri di atas kursi, sekonyong-konyong seorang Secret Service yang berwajah agak mirip Steven Baldwin berkata sambil melotot dan nada tinggi ke orang itu, “Sir, look into my eyes, please get down from the chair.” Orang itu tak punya pilihan selain menurut.

Obama in Jakarta

Dan ketika Barack Obama sampai di daerah depan saya, sambil menyalami, saya ucapkan “We love you,” dia jawab “Thank you.” Senang sekali saya ketika kemudian ada foto hasil jepretan Reuter mengabadikan suasana tersebut, hehehe. Ada jg tampak tangan saya di videonya @ndorokakung sebagai saksinya. Sementara, rekan saya DQ (bukan Dairy Queen melainkan Daniel Qronoz) yang sadar dokumentasi, berhasil merekam saat tersebut dengan iPhone-nya. Eh pas pulang dapet bonus berupa kaos, Mas Obama.

T-shirt Kaos Obama

Thank you Obama. My prayers are always with you. See you in Jakarta, Washington or Chicago.

20 thoughts on “obama di kota ini #obamadihati #eeeaaa pancasila from chicago guy

  1. Betapa aneh! Ketika nonton dia pidato, pastinya di TV, bro – ahaha, saya merasa dia lebih seperti pemimpin kita dibandingkan si bapak itu🙂 Apalagi ketika dia bicara tentang kekerasan di tahun 1960an.

  2. ah, saya ngiri gak bisa ikut dan dapat undangan.

    saya kesengsem obama karena dia seperti ramalan jadi kenyataan miniseri West Wing season 6 dan 7.

    eh, untung si secret service gak bilang, “please sir, look into my eyes and get down on me.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s