@billy and smashing pumpkins di kota ini!

Saya ingat kapan pertama kali saya kenalan dengan Smashing Pumpkins. Lagu “Today” adalah yang lagu Smashing Pumpkins pertama yang saya dengar. Lagu itu diputar di radio SK (Suara Kejayaan), dalam satu program musik yang pada waktu itu memutar lagu-lagu rock terkini. Program itu diasuh oleh Nugie Nugraha. Iya, betul, yang penyanyi yang adik Katon itu. Waktu itu ia belum popular sebagai penyanyi, belum punya lagu ‘Tertipu’, belum dicemooh penonton Parkir Timur Senayan waktu sepanggung dengan Netral, Pas, Foo Fighters, Sonic Youth, dan Beastie Boys dalam acara Jakarta Pop Alternative Festival 1997. Today memadu keras distorsi dan kelembutan dg baik. Today senantiasa diputar di radio tersebut di antara lagu lainnya, seperti Hang On karya Teenage Fanclub atau All Apologies karya Nirvana.

Formula alternative rock mereka terasa pas di telinga, antara pengaruh psykedelia gitar-gitaran rumit ala Jimi Hendrix, dipadu dengan musik cadas peninggalan Black Sabbath, ditambah dengan kesederhanaan musik indie pop, membuat musik Smashing Pumpkins waktu itu menjadi salah satu favorit saya dan teman-teman sebagai soundtrack kehidupan. Kaset Siamese Dream telah dibeli, lalu diputar berkali-kali setiap malam. Kaset ini juga dipasang di stereo set mobil salah satu teman kami. Quiet, Today, Disarm, Geek USA, Rocket, dan Mayonnaise dimainkan kencang-kencang lalu kami berputar-putar keliling kota, sering kali tanpa tujuan. Seperti di lagu 1979 saja.

Selain lagu-lagu di Siamese Dream, saya juga sangat senang lagu mereka Drown, yang tercakup di soundtrack Singles (1992), kisah hubungan asmara, dengan latar belakang Seattle pada waktu musik grunge sedang hangat-hangatnya berkembang. Setelah Siamese Dream, barulah album SP pertama, Gish, diedarkan di Indonesia dalam bentuk kaset.

Saya ingat betapa senangnya saya dan teman-teman menonton penampilan The Ocean asal Bandung di sebuah pentas seni yang diadakan oleh anak-anak Tarki di Lebak Bulus. Mereka membawakan lagu lagu SP dengan baik, antara lain Quiet dan Today. Saya juga ingat betapa kagumnya saya melihat VHS Smashing Pumpkins yang diputar di rumah salah satu teman saya. VHS itu berisi penampilan Smashing Pumpkins membawakan lagu-lagu dari album Siamese Dream secara live. Pada awal maraknya peredaran DVD (bajakan) di Jakarta, sekitar awal tahun 2000-an saya bisa menonton kembali video tersebut, yang ternyata berjudul Viewphoria.

Pada tahun 1994, SP merilis Pisces Iscariot, yang bagi kami seperti rekaman mitos, karena pada waktu itu rekaman tersebut tidak diedarkan secara resmi di Indonesia, Kemudian salah satu teman mendapatkan Cakram paDatnya dari Amerika Serikat. Ramailah saya dan teman-teman merekam lagu-lagunya ke dalam kaset. Dari Whir, sampai Landslide, sampai Girl Called Sandoz dimainkan kencang-kencang lalu kami berputar-putar keliling kota, sering kali tanpa tujuan. Seperti di lagu 1979 saja.

Kemudian pada tahun 1995, SP merilis Mellon Collie and the Infinite Sadness, dimainkan kencang-kencang lalu kami berputar-putar keliling kota, sering kali tanpa tujuan. Seperti di lagu 1979 saja. Kali ini benar-benar dengan lagu 1979.

Saya sangat gemar band ini, Billy Corgan, James Iha, D’arcy, dan Jimmy Chamberlin. Saya dan teman-teman sempat sedih ketika Chamberlin terpaksa keluar dan tidak terlibat dalam pembuatan Adore. Lalu D’arcy keluar, lalu Chamberlin balik lagi. Lalu Smashing Pumpkins tinggal Billy. Ya, Billy memang RI 1 di Smashing Pumpkins, dan dapat dibilang James Iha adalah RI 2-nya. Selain Smashing itu sendiri, saya jadi menikmati beberapa karya musik yang dihasilkan Billy dan James di luar Smashing Pumpkins. Saya sangat menikmati karya solo James Iha, Let it Come Down yang country folk, tanpa hentak-hentak dan distorsi. Malahan, Let it Come Down jadi salah satu album favorit saya sepanjang masa.

# # #

Waktu berlalu, dari 1979 ke 1993 ke 2010

Angkatan 90-an terus menjalani kehidupannya masing-masing, termasuk saya. Dulu kehidupan adalah main basket atau ke rumah teman perempuan di sore hari, dilanjutkan dengan bersenda gurau di malam hari. Hari ini kehidupan adalah hari-hari penuh tenggat waktu, akhir minggu di pijat refleksi, dengan pikiran yang terusik tagihan-tagihan, termasuk cicilan Jaguar yang tak kunjung lunas. Saya dulu mendengarkan Today bersama teman-teman di mobil yang melaju kencang dengan jendela yang terbuka, angin bertiup keras, dengan kepulan rokok. Sekarang saya tetap mendengarkan Today sendiri saja dengan headhphone, sambil mengepel lantai saat akhir minggu atau saat di depan komputer mengerjakan sesuatu.

Terdengarlah kabar bahwa Smashing Pumpkins akan bermain di Singapura. Ah, saya masih punya cicilan Jaguar yang harus ditanggung. Sementara beberapa teman berangkat ke sana, Naik Haji katanya. Pertunjukan yang sangat seru, kata teman saya yang menonton pertunjukkan tersebut.

Terdengar kemudian kabar bahwa Java Rockinland akan menampilkan Smashing Pumpkins sebagai salah satu penampilnya. Lalu secara resmi akun resmi di Twitter @javarockinland mengungkapkan bahwa Smashing Pumpkins telah setuju dan mengikat kontrak untuk tampil di acara tersebut.

Gegap gempita penggemar musik cadas dari angkatan 90-an. @billy Corgan akan hadir di ibukota! Kemudian saya kembali membaca-baca webpage tentang penampilan-penampilan SP yang telah lewat, termasuk setlist lagu apa saja yang mereka bawakan dalam panggung-panggung lalu, dan dengan penuh suka membayangkan bahwa saya akan segera menonton SP, kali ini hanya Billy saja, tapi tak apa-apa lah.

Lewat twitter, tampak bahwa banyak sekali orang yang mendengarkan kembali lagu-lagu Smashing Pumpkins demi mempersiapkan nyanyi bareng kelak bersama brother Billy. Beberapa rekan, antara lain @ugambreng, @musicthelev, dan @oliviaimelda jadi sibuk menyambangi Hotel Borobudur tempat Billy menanti-nanti kesempatan untuk berfoto bareng dan meminta bubuhan tanda tangan di barang koleksi yang telah dibawa. Saya pun sebenarnya berniat melakukan hal yang sama, namun apa daya tugas negara mesti diutamakan. Lewat twitter pula kabar terdengar bahwa beberapa jadwal wawancara dengan media telah dibatalkan. Mungkin Billy sedang capek dan dalam pengaruh antangin, sehingga lebih memilih beristirahat. Padahal dia sempat ke Grand Indonesia, dan foto-foto dengan pacarnya.

# # #

Hari-H telah tiba!

Saya berangkat ke Ancol bersama @reniyrens, @ugambreng, dan @violeteye. Singkat cerita, Smashing Pumpkins telah naik panggung! Billy Corgan @billy, kali ini ditemani SP formasi terakhir; Nicole Fiorentino, Mike Byrne, dan Jeff Schroeder, gitaris yang tidak punya akun twitter dan berwajah mirip John Cusack, kata @ugambreng.

Saya hadir di malam itu untuk Smashing Pumpkins, tapi selain SP saya juga nonton band-band lainnya tentu saja.

Lagu Today membahana membuka set malam itu, segera koor raksasa bernyanyi bersama. Ini adalah lagu SP favorit saya, karena lewat lagu ini saya pertama kali mengenal SP. Senangnya rasa hati saat itu. Lagu berikutnya adalah Astral Planes, Bagian dari album baru SP, Teargarden of Kaleidyscope yang dapat diunduh secara gratis di situs resmi SP. Lagu rock yang keras, namun seperti sudah dapat diduga, respon penonton adem ayem saja karena sebagian besar penonton tidak mengenali lagu ini. Begitu pula respon untuk Song for a Son. Beberapa orang  bersorak gembira saat Smashing Pumpkins membawakan Eye, yang merupakan bagian dari Soundtrack Lost Highway (1997).

Billy memainkan intro, Bullet and the Butterfly Wings. Penonton bersorak ceria! Tapi kemudian Billy berhenti bermain. “Now you’re alive?” tanyanya. Sepertinya sinis, ya iya lah kan penonton Indonesia menantikan lagu-lagu yang telah akrab di telinga mereka. Wah, sepertinya Billy lagi eM nih.

Foto dicolong dari @iloveglam

Waktu berlalu, lagu demi lagu berlalu, ditambah dengan Solo gitar Star Spangled Banner yang dibawakan Billy dengan giginya, dan potongan singkat Moby Dick yang mengantar solo drum. Kemudian Billy dkk. mainkan Tarantula, lagu keras yang menghentak-hentak. Setelah lagu itu, ia ucapkan “Thank You” lalu berlalu ke belakang panggung, bersama Nicole, Mike, dan John Cusack. Oh, ini saatnya berteriak encore, we want more, curanmor. Namun malam itu teriakan we want more tidak membahana keras, seakan-akan tahu bahwa encore adalah bagian yang pasti ada dalam setiap pertunjukan musik. Panggung masih kosong, ditimpa cahaya lampu biru. Tampak satu kru naik menggulung kabel. Waktu berlalu beberapa menit, tampak makin banyak kru yang menggulung kabel lalu mengangkat simbal dari tiang penyangganya.

Yah, para penonton baru sadar bahwa itulah akhir pertunjukkan, tanpa lagu 1979 yang ditunggu semua orang. Tanpa Zero, tanpa Cherub Rock, tanpa Mayonnaise. Sontak malam itu orang-orang jadi kentang, dan malam tersebut menjadi milik Smashing Potatoes. Ada yang sumpah serapah ada ya macam-macam lah. Yaah.. lebih banyak orang yang kecewa akan penampilan Billy cs. malam itu yang nggantung. Padahal katanya, @ugambreng, pas tampil di Singapura kemaren, mereka membawakan sampai 17 lagu, dan sempat turun panggung ke pinggir barikade untuk menyalami penonton di bagian depan. Lain ladang lain belalang, lain Singapura, lain Indonesia (lain honornya kali?). Dan katanya pula, kualitas suara konser SP di  Indonesia kalah jauh dari yang di Singapura. Ada beberapa spekulasi penyebab mutungnya Billy;

  1. Ada kasak kusuk pula bahwa Billy sempat mengintip teman wanitanya, Jessica Veronica dari The Veronicas yang dia ajak ke Jakarta bercanda-cindi dengan beberapa personil The Vines ketika Smashing sedang bermain. Ya, gusarlah Billy.
  2. Dikutip dari komennya metalheroes di setlist.com Yeah…they were angry about something, so they didn’t give encore. Some said the event organizer told them to do soundcheck at 7 am. “Are you expecting us to wake up 5 in the morning?” said Corgan to the organizer.
  3. Billy bete sama organizernya kali?
  4. Campaign for Tobacco-Free Kids mendesak agar Smashing Pumpkins menarik diri dari keikutsertaannya dalam konser tersebut.
  5. Penontonnya adem-ayem aja karena nungguin hits-hits lawas, karena kurang faham lagu-lagu baru
  6. Billy nggak betah di Jakarta karena takut kejeblos di Martadinata, dan di Jakarta banyak ‘genangan’
  7. Billy lagi vertigo

Tapi Billy Corgan tetaplah jagoan musik cadas, yang sudah berbagi cerita tentang cinta, dengan kemasan metal cadas, sampai folk lembut; dari ramai riuh sampai musik sunyi. Beruntunglah yang sempat nonton SP di Jakarta, dan yang belon nonton, rugi punya. Berikut ini adalah Setlist, Smashing Pumpkins di Java Rockin’land 2010, Ancol, Jakarta.

  1. Today
  2. Astral Planes
  3. Ava Adore
  4. A Song for a Son
  5. Eye
  6. Bullet With Butterfly Wings
  7. United States (Star Spangled Banner, Moby Dick)
  8. Tonight, Tonight
  9. Stand Inside Your Love
  10. Tarantula
  11. selesai, padahal di setlist yang diambil @hasief di FOH, masih ada Cherub Rock dan Zero tapi gak dimainin)

Saya cukup puas melihat Billy di panggung membawakan, Today dan Bullet and The Butterfly Wings. Makasi banyak kepada Java Rockin’land 2010 yang telah berhasil membawa Billy dkk. ke Jakarta.

Well, saya sepertinya harus menonton Smashing Pumpkins lagi, lain kali kalau ada kesempatan. Tidak di Indonesia sih tentunya.

5 thoughts on “@billy and smashing pumpkins di kota ini!

  1. ternyata harusnya masih ada cherub rock & zero?! damn!
    kembali ke topik pembicaraan saat makan siang. seperti yg elo bilang, kalo aja SP mainin lagu yg (mungkin) justru paling ditunggu2, yaitu 1979, penonton mungkin gak akan sekecewa itu, ya. kalimat
    tapi, ambil aja deh hikmahnya. at least kita (fans SP di Indonesia) udah pernah liat mereka live. hidup Smashing Pumpkins!
    (gw masih tetep menyayangkan absennya d’arcy & james iha, hehehe…)

  2. huhu i guess billy masuk angin. feel free to put theories or any speculation you might have. well di singfest kmarin, mayonaise juga gk dibawain tapi tp disarm ada. i’m so happy with that.
    whatever that is masih bisa dengerin billy di thn2 skrg ini masih sangat beruntung, i mean who would’ve thought that the dreams come true? :)(andaikan disertai tabuhan khas chamberlin, sweet harmony from iha, also d’arcy with her bass and deathly pale face) heheu.

  3. Gimanapun juga udah bisa liat Smashing Pumpkins manggung senengnya naujubile. Tapi Yoshi ninggalin gue ama Anya sih, jadi deh spot kita kurang asoy😄

  4. I couldn’t agree more. Buat generasi yang udah mendengarkan SP dari jaman pita kaset, sepertinya durasi konser 1 jam sangat sangat kurang.
    Di Sg SP bawain sampe 17 lagu, ibarat menu makan itu udah komplit.

    So. Billy bete gara2 organizer? wallahu alam bisawab.
    Saya yakin konser SP di JRL akan jadi legenda yang akan terus dibicarakan, plus minusnya.

    ah, mendingan nyetel cupid de locke, thirty three, porcelina, trus ditutup last song

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s