mixtape for mom

Mom = Mama = Mother = Maman = Ibu = Nyak = Nyokap

Akhir-akhir ini sering sekali mendapatkan SMS dari seseorang yang mengaku ‘Mama” … katanya, “Tolong belikan Mama, pulsa ke nomor sekian2, mama sedang meminjam telpon orang nih…” Entah siapa yang akan mengisi pulsa ke nomor yang disebutkan itu. Banyak sekali orang (setidaknya menurut obrolan dan timeline di Twitter dan Facebook) yang menerima SMS permintaan sejenis. Dasar penipu, gembel tak berperasaan. Khusus untuk saya, ‘mama’ saya telah wafat kurang lebih setahun yang lalu.

#

Mixtape.

Bagi generasi yang sempat menikmati musik lewat media kaset kemungkinan besar akan mengenal kata ‘mixtape’. Atau paling tidak pernah membuatnya atau mendapatkannya sebagai hadiah. Istilah mixtape lebih dikenal di Indonesia sebagai kaset campuran. Bukan, bukan kaset campuran bajakan yang dijual dahulu di pompa bensin atau toko-toko tertentu di pusat perbelanjaan, saat istilah mal belum masuk di Indonesia. Mixtape mengacu kepada kaset campuran yang dipilih dan direkam oleh seseorang karena kesukaan orang tersebut kepada sejumlah lagu tertentu yang dibuat agar mempermudah dalam menikmati lagu-lagu tersebut.

Kaset Campuran

Dibandingkan membawa sejumlah kaset untuk menikmati beberapa atau bahkan hanya satu lagu dari setiap kaset tersebut, lebih baik mengeluarkan tenaga ekstra untuk menggandakan kaset tersebut ke dalam satu kaset campuran. Penggandaan kaset tersebut hanya dapat dilakukan oleh alat pemutar kaset yang memiliki double deck, atau dua slot pemutar kaset dalam satu mesin. Apabila kita tidak punya alat pemutar kaset semacam itu, kita tentu saja dapat berkunjung ke rumah teman atau saudara yang memilikinya dan merekam kaset di sana. Pada masa itu, mereka yang punya pemutar / perekam kaset dengan slot ganda harus rela menjadi tuan rumah bagi rekan-rekan untuk merekam kasetnya.

Sebelumnya, saya sudah beberapa kali membuat kaset campuran untuk handai taulan. Saya bikin kaset campuran untuk teman sendiri dalam rangka berbagi pengetahuan musik. Saya juga memberikan kaset campuran kepada pacar, maupun cewek yang ditaksir dalam rangka berbagi pengetahuan musik sekaligus mengungkapkan rasa asmara dengan harapan gayung bersambut. Selain itu saya juga membuat kaset campuran sendiri untuk memudahkan diri menikmati musik, daripada bawa misalnya, lima kaset tetapi yang didengarkan hanya satu dua lagu saja tiap kaset; lebih baik bawa satu kaset kompilasi saja, bukan? Tentu saja itu masa dimana pemutar CD portabel belum banyak beredar, apalagi pemutar dokumen lagu berupa MP3 yang sekarang beredar semakin kecil saja di pasaran.

#

Well, saat ini, izinkan saya membuat Mixtape for my Mom.

Enjoy, mom. I really love you! (eh, btw readers, enjoy juga ya mixtapenya🙂 saya juga cinta kalian semua kok =P)

Mixtape for Mom.

Didedikasikan untuk ibu saya tercinta, Juliani (1950-2009)

#

1. Lux – Northern Lights: Lagu yang dengan tepat menggambarkan suasana bawah laut, sering sekali dipakai oleh Trans TV saat menayangkan kegiatan snorkeling di beberapa taman laut di Indonesia. Coba dengarkan, dan rasakan sensasinya. Lagu yang pas didengarkan, setelah didamprat bos misalnya, hehehe.

2. Binocular – Deep: Lagu pop sederhana, mungkin kamu pernah mendengarnya di radio. Suka, tapi tak pernah tahu apa judulnya. Video klipnya resminya tidak terlalu bagus, menurut saya. Tapi lagunya enak untuk disenandungkan sendiri sambil melamun kecil.

3. Pure Saturday – Kosong: Lewat lagu ini, kita jadi ingat memang kadang-kadang kita berada dalam keadaan ‘kosong’ , tanpa semangat, penuh dengan kegundahan.

4. Sarah McLachlan – Blackbird: Lagu yang sederhana dan indah dari The Beatles, yang kali ini di lantunkan oleh Sarah McLachlan dengan suara yang bening. Memandangi burung kecil di luar jendela.

5. Maywood – Mother, How Are You Today: Lagu yang dulu saya dengarkan dari kompilasi lagu country dalam satu kaset C-90 milik bapak saya. Lagu tentang kerinduan seorang perempuan akan ibunya di kota kelahirannya. Ketika melihat video klip ini di YouTube, kok ada efek trololo dari ekspresi mereka?😛

6. Mike & The Mechanics – The Living Years: Lagu yang ditulis Mike Rutherford mengenai penyesalannya akan masalah tak terselesaikan dengan ayahnya, saat sang ayahanda telah tiada.

7. The Smashing Pumpkins – Try, Try, Try: Lagu tentang kisah asmara yang penuh cobaan. Billy Corgan sangat sering membuat lagu cinta yang indah. Coba lihat video klipnya, tentang perjalanan cinta sepasang pemadat di stasiun kereta bawah tanah.

8. Ride – Vapour Trail: Mengamati awan dan asap yang terlewat dalam sebuah perjalanan darat, kita akan teringat jejak-jejak rekam mengenai siapapun yang kita temui dalam perjalanan hidup yang telah lewat.

9. Jingga – Tentang Aku: Lagu curahan hati yang sederhana dan indah, meninggalkan kesan mendalam bagi banyak kalangan yang berasal dari era awal 90-an.

10. Joe Satriani – Always with Me, Always With You: lagu ini solo gitar yang diawali sederhana lalu diikuti lengkingan gitar yang menggambarkan kebersamaan.

6 thoughts on “mixtape for mom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s