java rockin’land 2009 – hari ketiga, hans christian andersen dengan gitar berdistorsi

Akhirnya, saya berkesempatan nonton Java Rockin’land 2009. Kesempatan yang sangat berharga untuk menyaksikan pendekar-pendekar rock kampung sendiri dan turis asing berlaga di Ancol. Festival ini dapat dikatakan sukses. Apabila saya berkesempatan memberi komentar di televisi untuk acara tersebut, saya akan mengungkapkan komentar template, “Acaranya top abis! Bandnya keren-keren abis! Pokoknya top abis! Sering-sering aja deh dibikin acara kayak gini!”

Pada hari minggu itu saya dan Astri datang menonton bersama Cholil, Irma, Ami, Ajim, dan Yuray, keluarga besar Efek Rumah Kaca. Berikut ini adalah penampil-penampil yang saya sempat tonton, secara penuh maupun selewatan saja.

Cassanova

Mereka tampil di panggung terkecil yang pasti dilewati penonton karena tempatnya tepat setelah pintu masuk. Tanpa bermaksud mengecilkan band ini, penampilan mereka tidak ada penontonnya, kecuali orang lewat dari pintu masuk ke panggung utama. Formula melayu yang laku di Inbox-SCTV atau Derings-Trans TV mislek ditampilkan di perhelatan ini. Entah bagaimana kiprah mereka di medan tempur RBT.

slank di java rockin'land 2009

Slank

Yah, mereka adalah raja rock Indonesia saat ini. Cuman mereka yang bisa berdiri di atas meja di mana ada gubernur duduk di depannya, di peluncuran film garapan garing, eh garin. Di panggung hari ini, di interlude lagu, Kaka ungkapkan keraguannya bahwa noordin m top telah tertangkap, yang dia bilang noordin (maaf!) ng#$@%t. Cuman Slank yang bisa negosiasi mengijinkan penggemar mereka (a.k.a. slankers) masuk tanpa bayar di acara, meski terbatas hanya dalam waktu pertunjukkan Slank. Kalau Metallica punya snake pit, Slank dibuatkan slankers’ pit, masuk dari pintu khusus, langsung tepat di depan panggung, dikelilingi polisi yang berjaga. Pemilik tiket berdiri di luarnya. Apa jadinya Indonesia tanpa slank? Bang-bang Tut, KPK, Pulau Biru, repertoar mereka tidak saja mewarnai musik Indonesia, tapi juga Indonesia itu sendiri. Saya ingat pergi berlibur ke pelabuhan ratu, sepanjang perjalanan banyak truk bak terbuka dengan remaja tanggung membawa bendera Slank menuju ke arah pantai. Saya pikir ada pertunjukkan Slank di sana, namun ternyata tidak. Slankers senang membawa bendera Slank kemana-mana, itu saja.

Fall

Ketika saya tiba di panggung bersangkutan, mereka sedang cekson. Mereka kemudian main 15 menit kemudian. Saya amati gitarisnya adalah Roma dari Killed by Butterfly, dan basisnya bermain untuk Bite kemarin. Musik mereka adalah salah satu versi dari rock metal modern. Saya, Astri, Irma, dan Ami menikmati musik mereka sambil makan pisang goreng dan pizza.

Invictus

Mereka mengusung musik metal yang cukup ekstrem. Invictus, mirip merk kaos, saya belum tahu apa arti kata ini sebenarnya. Genre musik mereka tidak terlalu jauh dengan apa yang diusung Lamb of God. Lumayan nyambung dengan selera saya. Menghibur.

The Flowers

Inilah gagak hitam lokal. Mereka telah kembali dari tidur panjangnya, iya, tidur panjang. Mereka berencana membuat rilisan baru beberapa bulan kedepan. Mereka membius penonton. Njet dkk. hadir lengkap dengan seorang peniup saksofon, entah anggota resmi atau anggota tambahan. Mereka tampak sangat menikmati panggung seperti penonton menikmati sajian mereka. Sejujurnya saya datang di panggung mereka hanya untuk ‘Tolong Bu Dokter’. Dan saya sangat lega bahwa bu dokter telah menolong saya.

mew di java rockin'land 2009

Mew

Sajian istimewa. Beberapa tahun silam mereka hampir manggung di Jakarta, namun bom laknat membuat pihak berwajib mengurungkan niat mereka. ‘She Spider’ membuka pertemuan kontemplatif malam itu. Dengan sajian tata video yang sangat menarik, mereka membawa segenap penonton pada perjalanan jiwa yang sama. Malam itu saya seperti mereka bawa dalam perjalanan menuju dunia dongeng dalam sayatan musik keras modern. Perjalanan luar angkasa menuju bintang muncul bergantian ditemani tokoh-tokoh ganjil dunia fabel. Tercium sekilas wewangian dupa ganja yang dibawa beberapa penonton di sekitar tempat saya. Sepertinya untuk mereka musik dan tata video yang diusung Mew kurang membius adanya. ‘Comforting Sounds’ menutup perjalanan sakral malam itu. Seperti Hans Christian Andersen dengan gitar berdistorsi. Saya senang band ini, namun memang saya tidak mengenali lagu mereka dalam hati. Saya sangat menyesal tidak menghafal lagu mereka sebelumnya untuk perjalanan malam itu. Setelah malam itu, saya terus menyenandungkan ‘The Zookeeper’s boy’ terus dan terus. Dan terus. Tanya saja istri saya. Are you? My lady, are you? Are you? My lady, are you?

Amazing in Bed

Band dengan perempuan mungil dari ostrali sebagai penyanyinya. Sebelumnya saya selalu mendapat informasi di mana mereka manggung, namun waktu dan tempat belum memungkinkan. Mereka adalah jenis band Grrlll Riioottt!! yang saya duga berkomposisi dengan Yeah yeah yeahs, Blondie, dan Le Tigre sebagai kiblatnya. Seru sekali menyaksikan pertunjukkan mereka.

3eb di java rockin'land 2009

Third Eye Blind

Penampil terakhir yang saya tonton malam itu. Saya mengenali dengan baik lagu-lagu Third Eye Blind (a.k.a 3eb), mungkin tidak hafal semua, tapi saya nikmati betul lagu-lagu terbaik mereka. Ini adalah kesempatan yang sangat langka. Pertunjukan ini seperti mesin waktu ke masa saya dan teman-teman saya menyetel lagu 3eb keras-keras di tape mobil sepanjang perjalanan entah kemana di dalam kota. Masa ketika kaset deck adalah satu-satunya jalan keluar, dengan kaset rekaman campuran sebagai juara kelas. Masa ketika ‘semi-charmed life’ diputar bolak-balik di stasiun radio anak muda. Masa ketika video klip ‘never let you go’ diputar setiap jam, sampai saya bosan, sampai saya kangen lagi. Stephen mencoba menjalin komunikasi dengan beberapa patah kata Bahasa Indonesia, bahwa Obama pernah tinggal di Indonesia, dan lain-lain. Mereka bawakan ‘I Want You Back’ milik The Jacksons pada saat encore. Tak sabar saya tunggu album terbaru mereka, Ursa Major/ Ursa Minor.

Sebagai catatan saya melewatkan pertunjukan Killed by Butterfly, DVD Boy, dan Holly city Rollers. Semoga lain kali ada kesempatan.

2 thoughts on “java rockin’land 2009 – hari ketiga, hans christian andersen dengan gitar berdistorsi

  1. hello there, gw ican dari invictus, trimakasih buat review nya n seneng bgt gw ada yg enjoy musik kita juga mudah2an se enjoy kita maenin nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s