java rockin’land 2009 – hari kedua, mesin waktu ke era 90-an

Akhirnya, saya berkesempatan nonton Java Rockin’land 2009. Kesempatan yang sangat berharga untuk menyaksikan pendekar-pendekar rock kampung sendiri dan turis asing berlaga di Ancol. Festival ini dapat dikatakan sukses. Apabila saya berkesempatan memberi komentar di televisi untuk acara tersebut, saya akan mengungkapan komentar template, “Acaranya top abis! Bandnya keren-keren abis! Pokoknya top abis! Sering-sering aja deh dibikin acara kayak gini!”

Pada hari sabtu itu saya datang menonton bersama Rina dan Putra. Berikut ini adalah penampil-penampil yang saya sempat tonton, secara penuh maupun selewatan saja.

/rif di java rockin' land 2009

/rif

Yah mereka memang besar di dunia rock lokal, terkenal dengan tembang-tembang nan menghentak. Saya hanya kebagian sekitar tiga lagu terakhir. Saya jadi teringat aksi mereka di masa lalu, sebelum album perdana mereka, ketika seminggu sekali tampil di o’hara, sudirman, bandung. Mereka membawakan  lagu2 rock hits pada paruh awal 90’an seperti Spoonman milik Soundgarden dan Spaceman milik Babylon Zoo. Kembali ke masa kini, Di tengah interlude lagu ‘lu tu ye’ andy mengajak ngobrol penonton, dengan menyanyikan ‘Tak Gendong’ milik mbah surip.

siksa kubur di java rockin' land 2009

Siksa Kubur

Band Metal asal Jakarta Timur (sorry, sebelumnya gw tulis Bandung), maaf saya tidak tahu persis genre metal spesifik apa yang mereka usung. Di layar video kanan-kiri panggung ditampilkan logo mereka, tengkorak dengan latar belakang daun singkong bergerigi. Mereka bermain, Thrash metal keatas, Nendang! Musik mereka masih masuk ke telinga saya. Saya jadi ingat bahwa mereka adalah salah satu narasumber untuk film dokumenter, Global Metal

Everybody Loves Irene

Rina dan Putra mengajak saya bergegas ke depan untuk menonton band ini. Bisa dibilang, panggung tempat mereka adalah panggung paling kurang beruntung, dengan ukuran yang mini. Saya punya CD pertama mereka, meskipun belum pernah saya dengarkan terus-menerus. Mereka adalah pengusung trip hop yang cukup ternama di kancah musik independen. Sayangnya, kami hanya dapat satu menit saja dari pertunjukkan mereka.

Superglad

Dibawah komando Bulux, band ini melaju dengan repertoar mereka, nuansa pop-punk, power-pop atau apalah namanya. Kami tidak sempat menikmati mereka bermain terlalu lama, karena harus bergegas menuju panggung sebelah, Roxx akan bermain.

bite di java rockin'land 2009

Bite

Mereka bermain sebelum Roxx. Inilah pertama kali saya melihat Rebecca beraksi sebagai penyanyi utama. Sebelumnya iya berkiprah di The upstairs, Goodnight Electric, dan Straight Out. ‘Menulis Lagu Cinta’, lagu yang menarik. Rebecca berkiprah menggila sampai beberapa kali tubedressnya hampir melorot. ‘Gue heran sama penyanyi-penyanyi Rn’B bisa pake tubedress tanpa melorot,’ katanya. Bite berlanjut dengan lagu tentang working hours 12 jam, pengalaman yang kurang manis nampaknya, ouch.

Roxx

Juara rock pada masanya. Raja pensi awal 90’an. Show ini jadi mesin waktu menuju 90’an. Trison, Jaya, dan kawan-kawan mulai menghentak. ‘5 cm’ menghajar, generasi menolak tua terhanyut slamdance di depan panggung. Bernyanyi bersama, termasuk saya, hehehehe. ‘Rock Bergema’ di dome ancol, dan kami bahagia merayakan sebuah masa. Stamina bisa surut, pitch control bisa melemah, sayatan gitar bisa melambat, namun metal di hati dibawa mati.

Secondhand Serenade

Saya tidak kenal band ini, kecuali bahwa seorang rekan kerja saya menyukai lagu mereka, dan mereka membawakan lagu coldplay, ‘fix you’. Oh, ternyata ini adalah one man band. Saya dengarkan ‘fix you’ versi 2nd hand, tidak ada hal baru. Membawakan lagu orang lain dapat dikatakan berhasil karena dua faktor; karena berhasil meniupkan nafas baru yang berbeda dengan versi asli, atau versi barunya tidak terlalu berbeda dengan versi asli namun hasilnya memperluas audiens lagu tersebut. Menurut saya, band ini tidak berhasil mencapai salah satunya. Secondhand Serenade jadi seperti kw-2 dari Dashboard Confessional yang urung datang di festival ini. Oh ya, kaos band ini dengan banyak versi dijual di kios kaos acara malam itu.

Armada Racun

Band genap dengan empat personil; satu kibordis, satu drummer, dua bassis, ganjil. Salah satu pemain basnya berdandan ganjil. Saya teringat seek six sick, ada sonic youth, ada violent femmes, atau semacamnya. Jenius! Genap satu lagu usai, saya langsung bergegas ke panggung sebelah untuk menyaksikan Komunal.

Komunal

Mereka adalah pengusung Metal sekolah tua, ala Motorhead, Black Sabbath dengan campuran southern rock, lengkap dengan sentuhan gitar blues di sana-sini. Atribut-atribut tentara Selatan pada masa perang saudara Amerika tampak di kaos sang gitaris dan ikat kepala sang penggebuk. Agak 11 12 dengan Seringai, tapi kalau Seringai lebih bersemangat, Komunal lebih laid down. Tapi tetap metal. ‘Pembawa Belati’. Sang penyanyi utama dengan gaya bicara seperti terlalu banyak konsumsi bir, berhasil menjaga komunikasi dengan lawak-lawak garingnya. Saya akan cari CD mereka.

Pure Saturday

Saya kembali menyaksikan juara Indie Indonesia, Pure Saturday. Penampilan mereka makruh dilewatkan, meskipun lagu-lagu mereka secara umum sulit untuk dibawa berjoged. Namun harus saya akui bahwa karya-karya mereka yang membuat saya tetap waras after all this years.

Anda Perdana dkk.

Entah apa alasannya, sebelum Mr. Big naik panggung, Anda Perdana memimpin penampil-penampil lainnya memimpin penonton untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. Cukup menggugah.

Mr. Big

Band Hard rock dengan anggota guru-guru musik kembali lagi di Jakarta, dengan anggota asli. Lagu pertama menggebrak, kami rasakan tanah bergetar karena lompatan para penonton antusias, sumpah. Tampil dengan kombinasi pakaian hitam dan merah mereka masuk panggung. Billy dengan celana kulit merah. Eric dengan kaus merah dan rompi hitam, dengan bandana merah menjuntai-juntai di saku celana, Paul dengan blazer merah, rambut tidak gondrong, dan headphone di kepala, seperti gitaris Linkin Park. Sekilas Paul tampak seperti Yoris Sebastian. Mereka tampil dengan format mereka, lagu rock dengan balutan gitar njlimet di beberapa bagian. Paul dan Billy beberapa kali melakukan aksi solo, dengan gitar/bas double neck mereka. Tidak lupa tembang-tembang balada juara kompilasi slow rock! All together now!

Kami bergegas pulang, besok ada Mew dan Third Eye Blind tentunya.

5 thoughts on “java rockin’land 2009 – hari kedua, mesin waktu ke era 90-an

  1. Serasa datang dan melihat sendiri, setelah membaca blog anda.Trims ya.
    Gua tau website ini dari comment anda di FB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s