jiffest 2008, glodokfest dan torrentfest

Tahun 2008 adalah tahun kesepuluh keberadaan Jiffest. Saya ingat, saya merasa antusias untuk menontoni semua film2 Jiffest pada tahun2 ketiga sampai kelima kalo gak salah.

Yah, jiffest sudah sukses menjadi parameter untuk mencari mana yang masuk golongan, di antara kutip, f.i.l.m. b.a.g.u.s. Di jiffest kesepuluh ini, dibandingkan tahun kesembilan (yang saya lewatkan dengan sempurna tanpa nonton satu filmpun) adalah situasi surut, dalam jumlah film yang diputar, sehingga waktu penyelenggaraan yang dibutuhkan, yaitu sekarang cuma lima hari saja. konon kabarnya karena korporasi2 yang tadinya berminat menjadi sponsor mengurungkan niatnya karena keadaan ekonomi dunia yang lesu.

saat saya tulis postingan ini, saya baru saja menonton ‘heima’ film dokumenter tentang perjalanan sigur ros pulang kampung ke negeri es, yang di putar di goethe institut. film yang indah untuk menggambarkan sebuah perjalanan musikal di negeri es. bahwa film dapat mengantarkan penontonnya ke negeri2 nun jauh terbukti di film ini.

sebelumnya, saat menantikan dengan tidak sabar pemutaran film di sore itu yang ditunda selama satu jam, saya berbincang dengan seorang rekan satu sma saya. (yes, waktu itu konsep “smu” belum dikenal) obrolan kami waktu itu seperti yang saya cuplik di bawah ini, kembali menegaskan keadaan yang memang terjadi.

– “lo udah nonton film ini?”
+ “udah sih, tapi ya nggak puas kan nontonnya di yutub doang.”
– “iya gw juga. gw sih udah niat donlod ni film. tapi kayaknya gak puas lah kalo nontonnya di komputer doang. enakan di sini, layarnya lebar, spikernya gede2.

saat pemutaran heima, bangku penonton saya perkirakan terisi sekitar 60-70 persen, meleset dari dugaan ‘full house’ saya. anyway, untuk mengamati jiffest tahun ini, izinkan saya membahas beberapa festival film yang lainnya.

1. macem2 film festival. pokoknya banyak lah tempat2, cafe2, pojok2 yang menyajikan film sebagai acara rutin untuk pengunjung. penggemar film2 “festival” jadi gembira.

2. glodok film festival. kawasan ini sejak lama notorious sebagai pusat film. saya termasuk salah satu pengunjungnya. saya sudah mulai lelah pergi ke glodok dan mulai rutin datang ke ITC Film Festival. sangat nyaman sekali mencari film, karena ada kategorisasi “film festival” di rak penjualan, terselip di pojok, di antara “film asia” dan “film drama”. oh ya, saya bilang “ITC film festival”, tapi menurut the upstairs, “digital film festival”. penggemar film (termasuk film2 “festival”), senantiasa riang gembira.

3. torrent film festival. sebenernya sih donloding secara umum, tapi format donlod2an yang lumayan bunyi sekarang adalah torrent. jangkauan layanan internet dengan pita lebar meluaskan penetrasinya, baik distrik komersial maupun di distrik bisnis. proses donlod menjadi singkat. milyaran film bertebaran di sana, di dunia maya, menanti untuk diunduh secara gratis (dan secara ilegal tentunya). ada torrent, ada rap-it-cher, ada macam2 format deh pokoknya. fyi, saat saya menulis postingan ini, saya sedang donlod potongan2 heima dengan bantuan rap-it-cher. penggemar film semakin ceria.

dari film2 yang tertera di buklet jiffest, berikut dibawah ini telah saya tonton, di salah satu dari tiga film festival yang telah saya sebut.

Burn After Reading (klik di sini untuk situs resmi)
Saya selalu berusaha nonton film karya Coen bersaudara. Saya nonton yang satu ini bukan gara2 ada Bad Pritt atau John Malcomix. tapi karena ya karya Coen bersaudara aja. Kalau belum nonton, usahakanlah nonton No Country for Old Men atau O Brother Where Art Thou, kalau udah nonton ya syukur. Burn After Reading ini sangatlah gokil punya karena cerita senantiasa bergulir ke arah yang tidak terduga.

Eve and the Fire Horse (klik di sini untuk situs resmi)
Saya tertarik nonton filmnya karena gambar posternya itulah. keren sekali. Saya pikir ini berbahasa China ternyata iya juga tapi bukan juga. Saya pikir ini film China tapi ternyata China juga Amerika juga, eh ternyata malah dari Canada. Saya pikir ini film anak2 tapi ternyata kok kayaknya untuk dewasa.

9808 (klik di sini untuk situs resmi)
Ini adalah film yang disusun tahun 2008 untuk mengingat kembali keadaan 1998 nan berdarah dan anyir bara api. Ini adalah film omnibus (oOM-oom NIlep kuBUS) beberapa film pendek sabagai satu film 9808. diantaranya ada yang bagus ada juga yang jelek. tapi sudahlah kita bahas yang bagus saja. yang bagus adalah Sugiharti Halim, Sekolah Kami Hidup Kami, dan Kucing 9808. Oh ya, film ini tidak terdapat di glodok film festival maupun download film festival.

Heima (klik di sini untuk situs resmi)
Perjalanan pulang grup band yang kata orang beraliran Post Rock, Sigur Ros setelah tur dunia 2006. Kampung mereka adalah Islandia. seperti apa negeri itu, nah inilah filmnya, kalau belum tahu Sigur Ros seperti apa musiknya cobalah cari tahu, soal suka atau tidak itu belakangan, yang penting cari tahu saja dahulu. bagi saya, Sigur Ros adalah malaikat2 nekat yang turun ke bumi.

keempat film itu yang telah saya tonton. nah, yang saya ingin tonton paling tidak satu di bawah ini;

Where in the World is Osama Bin Laden? (klik di sini untuk situs resmi)
Judul gila yang mengundang rasa ingin tahu. Lewat Super Size Me tentang McDonalds, Morgan Spurlock telah menunjukkan diri bahwa ia bukan orang yang biasa2 saja. kayaknya di sini Spurlock makin gi
la saja

Antara Jiffest 2008, Glodokfest dan Torrentfest. Festival yang mana jadi favorit Anda?

41 thoughts on “jiffest 2008, glodokfest dan torrentfest

  1. tahun ini saya nggak ngejiffest sama sekali, konon tiketnya sudah habis dari kapan gitu, dan walaupun setiap jiffest mengisi data lengkap, dengan embel-embel kartu anggota blablabla bullshit itu, tetep aja nggak dapat pemberitahuan in advance soal ada jiffest…jiffest semakin lama semakin ribet dan banyak gaya, udah mahal, woro-woronya payah…sedih saya jadinya…hidup torrent! btw bagi downloadannya dong…hehehehhe

  2. yaaaah, masih kalah banyak nih ama yoshi!!! susah sih cari jadwal yang cocok karena durasi festival yang 5 hari doangan..gw baru nonton captain abu raed, the edge of heaven, under the tree. Sekarang lagi siap-siap nonton Kirchenblüten/Cherry Blossoms.

  3. sayayoshi said: diantaranya ada yang bagus ada juga yang jelek. tapi sudahlah kita bahas yang bagus saja. yang bagus adalah Sugiharti Halim, Sekolah Kami Hidup Kami, dan Kucing 9808.

    td pas kucing baca postingan ini bilang : “ni anak masukin film gua pasti krn gak enak ama gue ” hehehe serius, gue gak ngarang bebas, trus gue bilang, “ah ngga gitulah, pasti gara2 waktu itu ikut pemutaran di bandung” hahahaha

  4. torrentfest dong!!atau idws-fest!!hahaha..Burn After Reading mantap ya mas..lucu abis..Brad Pitt norak banget di sono..My fave Coen bros’ movie is The Man Who Wasn’t ThereScarlett Johansson masih muda..

  5. sayayoshi said: tapi ngoyo nonton di goethe aja

    ada dua arti “ngoyo”:- ngoyo: bersungguh2, bersikeras, ngotot melakukan sesuatu yg diinginkan;- ngoyo: menggunakan koyo. nah, kamu yang mana yosh? – yoshi bersikeras nonton di goethe; atau- yoshi memakai koyo nonton di goethe hehehehe

  6. sayayoshi said: ada dong. filmnya itu salah satu dari omnibus film “9808”. kalau kau baca lagi tulisanku di atas lebih cermat, bagian dia itu yang berjudul “Kucing 9808” kalo gak salah diputernya di Kineforum TIM, Des 9, 1415 … mo info lebih pasti cari aja di jiffest.org atau http://9808films.wordpress.com/

    kikiki.. ketahuan gue masih hang ya..belum napak nih…

  7. halah, kan gak ada keharusan akurat, kecuali kamu menugaskan saya untuk akurat🙂 meskipun toh saya juga tidak memberikan info yang menyesatkan bukan?saya memang pernah kok, menemukan lapak dvd yang bikin kategorisasi dagangan kayak gitu, kalo gak salah di ambassadeur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s