five weddings and a financial crisis. (the october wedding pentalogy)

seperti keadaan pada tahun2 sebelumnya, banyak sekali kawinan yang dirancang pada kurun waktu sebulan pasca-lebaran. begini gambarannya. beberapa tahun lalu, dua minggu setelah lebaran, saya menemani ibu saya ke kawinan seorang relasi. nah, dalam perjalanan dari rumah di kawasan ciputat ke tujuan di kawasan serpong, saya perhatikan ada paling kurang 24-an janur kuning di pajang di muka gang2 tempat hajatan dilakukan. bayangin, para potensi tamu yang mendapat, misalnya, lima undangan. mereka harus berpikir untuk menyisihkan anggaran ‘ngamplop’ untuk lima pasangan.

pada oktober ini, saya dan istri saya mendapat beberapa undangan untuk ikut merayakan pernikahan teman-teman kami. sampai hari ini di bulan oktober 2008 (bulan yang sangat suram untuk para pemain dunia finansial, tapi ah sudahlah, kita ngomongin kawinan aja di sini) kami berhasil menghadiri perkawinan lima teman kami. foto2 dari acara2 tersebut akan di-aplod di sini dalam lima seri, meskipun tidak berurutan. kalau mau tau kenapa, ketidakurutan aplod ini diilhami oleh serial star wars yang urutannya terserah george lucas.
secara urutan waktu, undangan yang kami terima adalah:
4 okt 08 – 11:00 – lokasi luar ruang
4 okt 08 – 19:00 – lokasi dalam ruang
12 okt 08 – 18:00 – lokasi luar ruang (tadinya tertulis 11 okt, di ralat sama yang punya hajat =)
25 okt 08 – 15:00 – lokasi luar ruang
26 okt 08 – 11:00 – lokasi dalam ruang

dari kehadiran2 di acara2 tersebut, saya menarik beberapa kesimpulan mengenai acara pernikahan
  1. berangkat sepagi mungkin apabila berniat ikut menyaksikan ijab-kabul / pemberkatan, atau siap2 kecewa.
  2. lalu lintas tamu untuk bersalaman dengan pemangku hajat sering sulit diatur
  3. tidak terjadi penyerobotan antar tamu dalam antrian makanan dalam kelima pernikahan yang bersangkutan dan banyaknya variasi hidangan membuat tamu cenderung kalap dan mengambil porsi di luar batas kemampuan.
  4. mengumpulkan relasi/keluarga untuk berfoto bersama dengan kedua mempelai adalah tugas yang mudah namun susah.
  5. penguasa langit selalu tergoda untuk menghadiahi acara pernikahan luar ruang dengan hujan.
selain beberapa kesimpulan di atas, saya juga mencermati beberapa kalimat2 yang senantiasa muncul di acara perkawinan
kepada kenalan tapi tidak terlalu kenal dekat
—> “apa kabar lo? ama sapa? gue kesana dulu yah!”
to end ten seconds of awkwardness

kepada kenalan yang lajang
—> “lho kok pacarnya gak diajak?”
MTA, bukan Mal itu, tapi Mo Tau Aja, deh auw!

kepada kenalan yang lajang dan kira2 “sudah saatnya menikah”
—> “kapan nyusul?”
emang bis kota?

kepada kenalan yang sudah menikah tapi belum punya anak.
—> “gimana nih, udah ada tanda2?”
tanda2 alam mungkin?

kepada orang yang menyelak antrian makanan
—> “antriannya dari sana, bu/pak/mbak/bang!”
*no comment.

kepada kenalan sesama pencari makanan
—> “kambingnya mana?”
di kandanx.

kepada kenalan yang baru saja menjelaskan mengapa ia datang ke acara pernikahan yang bersangkutan
—> “oh, berarti kita sodara jauh dong!”
saudara se-adam-hawa iya
kembali, tentang foto. postingan foto kelima a
cara tersebut akan dibagi menjadi lima seri. teman2 sekalian, cinta adalah perjalanan drama-komedi (kadang2 dengan bumbu laga atau dokumenter) yang berliku untuk tujuan yang mulia dan indah. selamat lagi yah, joling-irma, ticul-abi, ria-lambok, putra-rina, dan uga-reniy (urutan kronologis)

kami ikut berbahagia buat kalian. sumpah!

btw: makanannya enak2 semua. membuat saya dan aci harus pandai2 mengatur asupan makanan, weekend pesta ria, weekdays diet agak ketat.

Klik foto2 di bawah ini untuk lihat gambar2nya…

19 thoughts on “five weddings and a financial crisis. (the october wedding pentalogy)

  1. sayayoshi said: kepada kenalan sesama pencari makanan—> “kambingnya mana?”di kandanx.

    ini pasti pertanyaan di kawinan putra-rina. huauhauhauhauha.yoshi aaaahhh begoooo deh loooooooo…ngatain kita gila, situ kayanya lebih aneh deh sampe bikin review kawinan gini…huahuahuahu hidup george lucas!

  2. gloriboks said: ini pasti pertanyaan di kawinan putra-rina. huauhauhauhauha.yoshi aaaahhh begoooo deh loooooooo…ngatain kita gila, situ kayanya lebih aneh deh sampe bikin review kawinan gini…huahuahuahu hidup george lucas!

    enggak tuh … ih ge’er

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s