Lewati navigasi

Arsip Tag: apa itu

Tiba-tiba semua orang menggunakan gelang karet dg lempeng plastik berwarna kilat logam ditengahnya. Ok, mungkin tidak semua orang, tetapi coba lihat sekitar. …  Sudah? Banyak sekali kan? Tua muda, laki perempuan, cakep gak cakep, kaya miskin, tukang ketik, tukang rombeng, tukang daging, sampai tukang korup semua pakai Power Balance.

Ngomong-ngomong gelang karet, jadi ingat fenomena gelang karet lainnya yang terjadi beberapa tahun silam. Kalau gak salah, kira-kira tahun 2005-an. Tiba-tiba saja semua orang (paling nggak, yang saya lihat di Jakarta kota Metropolitan) pakai gelang karet. Ada yang merah, ada yang biru, ada yang kuning, ada yang jambon, berupa-rupa warna. Pada awalnya, waktu itu, gelang dengan suatu warna tertentu adalah lambang dukungan pemakainya terhadap suatu gerakan sosial tertentu, misalnya dukungan kepada usaha penyembuhan penyakit kanker, lalu muncul beraneka ragam jenis gelang lainnya. Ada yang adalah gratisan dari produk, ada yang bertulisan lucu-lucu dan lain sebagainya.

Dari bermacam-macam warna gelang tersebut, yang saya sempat miliki ada tiga. Pertama, yang warna merah, bertuliskan “Solidaritas Kebersamaan“; gelang ini dibuat oleh teman-teman dari Tunas Cendikia, yang hasil penjualannya sepenuhnya disumbangkan untuk kepentingan pendidikan. Kedua, yang warna kuning, dengan tulisan “Livestrong”, yang dibuat oleh Lance Armstrong dan rekan-rekannya untuk menggalang dana sebagai dukungan bagi orang-orang yang terkena Kanker. Yang ketiga adalah yang berwarna putih, dan bertuliskan “Make Poverty History” yang memperjuangkan minimalisasi kesenjangan kesejahteraan antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin di muka bumi.

Mari kita kembali lagi ke topik utama, yaitu Power Balance. Apa sebenarnya Power Balance?

Baca Lebih Lanjut »

Awal minggu ini, ramai di Twitter orang ber-trolololo ria.

Apaan sih?

Pada hari Senin itu @pinot mengirimkan sebuah tautan Trololo. Lalu disambut dengan cepat oleh @bellamy, dan masih banyak lagi setelahnya.

Jika Anda klik http://trololololololololololo.com/ (tidak bisa muncul dengan sempurna di telepon genggam pintar) akan tampak seorang penyanyi dari kurun waktu sekitar tahun 60-an menyanyi sebuah lagu tanpa lirik, yang ya sudahlah kita sebut saja sebagai “trolololo”. Ia bernyanyi dengan semangat sekali, dengan senyum sumringah dengan gerakan tangan yang seakan mengajak penontonnya ikut serta, bertrolololo tentunya. Kadang-kadang tampak bahwa ia lipsynching karena bibir atau tarikan nafas yang kurang pas, membuat video tersebut tampak semakin ajaib.

Penelusuran lebih jauh menunjukkan bahwa artis di video tersebut adalah Edward Khil dari Rusia. Menurut saya sih, apa siapa dimana trololo itu statusnya penting gak penting. Kalau menurut Anda video ini lucu, Anda sependapat dengan banyak orang lainnya di berbagai belahan dunia.

Buktinya, banyak banget orang-orang yang terinspirasi untuk membuat video parodinya. Bahkan Christopher Waltz yang baru saja memenangkan Academy Awards sebagai pemeran pembantu terbaik 2010 karena perannya sebagai Perwira Nazi nan gokil di Inglorious Basterds pun membuat video parodi trolololo versinya, ikut dipopulerkan oleh @pinot, Duta Besar Trololo Indonesia.

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.