Lewati navigasi

Arsip Kategori: musik

Seperti saya ungkapkan sebelumnya, menyempatkan diri nonton Feist, Sigur Rós dan Interpol adalah sesuatu yang harus dilakukan. Nonton Feist udah. Nah, kalau ada kesempatan untuk nonton Sigur Rós secara langsung, itu tentu sangatlah sayang untuk dilewatkan bukan?

Akhirnya datang juga mereka di kawasan ini! Berlangsung di Fort Canning Park, Singapura pada sebuah Jumat 23 November 2012 yang temaram, perhelatan tersebut berlangsung khidmat sekaligus mencerahkan. Berlangsung di cuaca yang tidak menentu berkat perubahan musim yang tidak teramalkan, di bulan November, Singapura seperti Jakarta sangat sering disiram hujan dan mendung yang gelap. Pada tiket tertulis, “It’s a rain or shine event”. Konser dilangsungkan di tempat terbuka. Jadi ya, kita harus mempersiapkan diri dengan perangkat yang tepat.

Baca Lebih Lanjut »

Apa pertimbangan kamu dalam membeli smartphone terbaru? Dari total responden, 136 orang menjawab Harga, 174 orang menjawab Tampilan dan Bentuknya, dan 511 orang menjawab Fiturnya. Itu menurut infografik. Jadi yang utama adalah fiturnya. Buat apa telepon pintar yang mahal tapi fiturnya tak lengkap atau malah bikin ribet. Sekali lagi, jadi yang utama adalah fiturnya.

Kalo buat saya, fitur yang penting dalam sebuah telepon pintar adalah koneksi Internet yang lancar, fitur kamera, pemutar video / musik yang bagus, dan yang penting juga adalah baterai yang gak cepet abis. Kalau itu semua tercukupi sudah oke untuk saya.

Dari awal 2012, saya membuat proyek #366shots di tumblr. Yaitu posting satu foto setiap harinya, selama satu tahun. Satu foto yang diambil pada tanggal yang bersangkutan mengenai apa yang saya alami atau yang jarang saya temui. Nah, untuk tahun 2012, projectnya jadi #366shots, karena tahun 2012 ini adalah tahun kabisat. Tahun di mana bulan Februarinya terdiri dari 29 hari, bukan 28 hari seperti tahun-tahun lainnya. Berarti tahun 2012 terdiri dari 366 hari, bukannya 365 hari. Begitu loh. Di awal 2011 sempet nyoba juga bikin #365shots, tapi putus di tengah tahun. tahun ini tinggal sebulan lagi, semoga lantjar. amin.

take a picture up near the sky - nov 24, 2012 #366shots

take a picture up near the sky – nov 24, 2012 #366shots

Baca Lebih Lanjut »

Dari banyak karya musik dari pertengahan tahun 2000-an yang menurut saya keren adalah Sigur-Ros, Feist, dan Interpol. Malam tadi saya berhasil nonton Feist secara langsung. Yes. Optimistik untuk Interpol. Looking forward for Sigur Ros. Dan, saya ulangi. Malam tadi saya berhasil nonton Feist secara langsung. Yes.

Feist. Beliau sungguh adalah perempuan canggih musisi multi talenta. Saya pertama nonton penampilan beliau di acara Live at the Rehearsal dari Chum yang waktu itu tayang di O Channel. Berdiri dia di tengah panggung, dengan gitar Guild Starfire 1965 merahnya sungguh mempesona.

Album Let it Die adalah album yang nyaman dan penuh kenangan bagi saya dan Onengan karena menjadi soundtrack perjalanan hornymoon kami ke Gili Trawangan. Dan ternyata eh ternyata, Onengan pernah nonton Feist ketika ia jalan ke Perancis dulu. …

Baca Lebih Lanjut »

Tak dapat dipungkiri, Iron Maiden adalah salah satu band rock terbesar dalam sejarah yang pengaruhnya sangat terasa di segenap penjuru metal manapun pada generasi berikutnya. Di kota ini, pada masa tahun 80′an seperti tidak sah rasanya jika seorang penggemar musik cadas tidak punya kaos Iron Maiden. Kamar seorang remaja laki-laki tak akan lengkap tanpa poster karton personil Iron Maiden atau gambar Eddie, sang maskot. Pada masa itu pula saat kita berjalan di sembarang gang di daerah permukiman padat akan terdengar lagu Iron Maiden diputar kencang-kencang dari stereo set ruang tengah, kalau tidak Iwan Fals atau lagu Dangdut. Kalau hari ini kita berjalan di gang-gang, yang terdengar akan lagu Wali atau Ungu. Popularitas di Indonesia mereka mungkin hanya bisa disamai oleh Metallica yang kebetulan udah mampir di Indonesia pada waktu mereka masih jaya-jayanya, tahun 1992.

Pada pertengahan tahun 2010 terdengar kabar berita, “Iron Maiden positif akan datang ke Indonesia tahun depan!” Saya jadi ingat waktu pertama kali menonton footage hitam putih pesawat-pesawat tempur Inggris sebagai intro Aces High dalam kompilasi Hard n’ Heavy, dalam bentuk kaset video Betamax.Saya jadi ingat waktu pertama kali merinding mendengarkan kaset Seventh Son of a Seventh Son yang bernuansa mistik dengan latar belakang kisah ahli nujum. Saya jadi ingat waktu saudara sepupu saya menghadiahi saya kaos tie-dye Iron Maiden. Dimanakah kaos itu gerangan?

Iron Maiden di Indonesia! di Ancol, Jakarta dan GWK, Bali. Ini akan menjadi sebuah momen yang bersejarah bagi penggemar musik metal nusantara.

\m/

Baca Lebih Lanjut »

Saya bisa bilang bahwa Deftones bukanlah band favorit saya secara keseluruhan. Tapi, saya sangat menggemari lagu karya mereka, “My Own Summer (Shove it)”! Ketuk snar drum yang ditimpali garukan intro gitar lagu tersebut menggetarkan hati untuk melakukan sesuatu. Sungguh sebuah lagu cadas yang sangat bagus dari era ‘metal baru’ tahun sembilan puluhan. Intro lagu ini sering sekali dipakai sebagai ilustrasi musik acara-acara di MTV, waktu itu. Intro lagu My Own Summer selalu tersimpan dalam hati, seperti intro “Mr. Brownstone” karya Guns n’ Roses, “And Justice for All” karya Metallica, maupun “Aces High” karya Iron Maiden. Selain My Own Summer, jangan lupa “Back to School!” “Be Quiet and Drive (Far Away)”, dan “Lhabia”

Dan … (drum roll) mereka akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011! Saya jadi ingat beberapa waktu sebelumnya, rekan saya @adia311 lewat sarana @Twitter dan Fisbuk begitu ngotot meyakinkan Adrie Subono untuk menghadirkan Deftones di Indonesia. Sebelumnya adia, @gadisbekasi, @heroydestroy, @curlyrainbow @bungjams dan rekan2 lainnya begitu antusias menjelang hadirnya @311 di Jakarta. Album Deftones yang berjudul Diamond Eyes dirilis dan itu adalah saat yang tepat untuk melobi pihak manajemen Deftones untuk membuat band mereka memampiri Indonesia. Kalau tidak salah, pada pertengahan tahun lalu, Deftones sudah diajak berunding oleh pihak promotor dari Indonesia namun ada aral melintang yang menghalangi terjadinya konser Indonesia tersebut waktu itu. Gono gini gono gini, akhirnya hadir di Jakarta pada tanggal 8 Februari 2011!

Baca Lebih Lanjut »

Apa lagu natal favoritmu?

Sebagai penyembah berhala yang shaleh, saya memang tidak merayakan natal. Tapi sebagai anak Indonesia yang hidup dibesarkan oleh musik barat (baca; Amerika dan Inggris) dan film Hollywood (kadang Bollywood juga, beberapa Tangkiwood juga), nuansa dan suasana natal di negara empat musim sangat saya rasakan. Dari film-film berlatar natal itulah. Ya saljunya, ya dari Home Alone, sampai Arnold yang jadi Santa itu. Sampai yang model Nightmare Before Christmas, Gremlins dan lain-lain sebagainya.

Duh, ngomong-ngomong natal, saya juga mengganggap MUI kurang kerjaan dengan mengatakan bahwa simbol-simbol natal di pusat-pusat perbelanjaan terasa berlebihan. Mungkin ini hanya pengalihan isu dari Nurdin atau Gayus, dan lain-lain sebagainya banyak sekali.

Baca Lebih Lanjut »

Mari kabur bersama The Runaways; Joan Jett, Lita Ford, Cherrie Currie, Sandy West, dan Jackie Fox dalam hangatnya punk rock dan kerasnya masa remaja :) Selalu menarik nonton biopic rock, nonton sejarah rock dengan segala maju-mundurnya. Seperti yang sudah-sudah; nonton Val Kilmer sebagai Jim Morrison di The Doors (1991), Joaquin Phoenix sebagai Johnny Cash di film Walk the Line (2005) atau Sam Riley sebagai Ian Curtisnya Joy Division di Control (2007).

Biopik rock yang ini bercerita tentang The Runaways (1975-1979) grup rock cewek semua, dengan musik rock yang terpengaruh sekali oleh punk. Ini adalah grup musik cewek semua yang sepertinya tidak terlalu terkenal di sini, setidaknya jika dibandingkan grup-grup lain yang Anda tahu seperti T2 atau Mahadewi.

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.