Lewati navigasi

Yah demikian, judul tulisan ini udah lumayan menjelaskan.

Di media sosial Indonesia beberapa kali foto atau berita berkaitan dengan Polisi dipampangkan. Ada berita berita tentang surat tilang slip merah dan slip biru. Ada gambar beberapa perempuan berbaris sambil menunduk, di depan bangunan dengan tulisan, “Melindungi dan Melayani”, semboyan yang adalah milik Polisi Republik Indonesia. Ada juga pernah muncul seorang berpakaian mirip polisi yang mengendarai sepeda motor mirip dengan yang dikendarai polisi sambil terlihat memegang dan memandangi sesuatu yang dia pegang itu; diduga keras itu adalah telepon seluler. Para komentator mengungkapkan bahwa polisi yang seharusnya menjadi panutan berkendara yang baik dan benar malah tertangkap kamera sibuk dengan HP-nya di atas motornya yang sedang berjalan.

Anda pasti ingat, beberapa waktu silam kita ramai-ramai meributkan Evan Brimob, gara-gara tulisannya di Facebook yang menghujat warga sipil. Memang pada dasarnya kita senang hujat-menghujat, ramailah warga Twitter pada waktu itu menghujat balik dengan hashtag #EvanBrimob.

Status atas nama Evan Brimob di Facebook ditulis: “Polri gak butuh masyarakat.. tapi masyarakat yg butuh polri.. maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.” Well tahun 2009 itu, status Evan berhubungan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) vs. Polri yang populer dengan Cicak lawan Buaya, terima kasih kepada istilah yang diberikan Susno Duadji.

Di kaskus muncul posting tentang seorang Polisi perempuan yang cantik jelita. Ia sedang bertugas di bunderan HI ketika sedang membagikan selebaran kampanye sesuatu. Ternyata namanya Briptu Eka Frestya. Khalayak terhenyak, oh ternyata ada juga polisi wanita yang cantik jelita. Berita di kaskus itu banyak mendapatkan perhatian kaskuser, sejak pertama kali di posting pertengahan November 2010, berita ini telah mendapat 4,818 tanggapan, saudara-saudara!

Para penjaga NTMC; foto dari http://id.berita.yahoo.com/

Dengan adanya laporan lalu lintas di acara 8-11 di Metro TV, petugas polisi yang membawakan segmen tersebut tentu saja mendapatkan perhatian penonton. Dari Briptu Eka, kemudian muncul pula Brigadir Avvy Olivia, dan Eny Kusdiwianti. Muncullah akun-akun mereka di Twitter, kayaknya sih palsu.

Maap ya Timothy, wajah kamu dihitamkan :)

Polisi juga manusia. Ada yang cantik-cantik juga

Dan beberapa minggu terakhir ini muncul video Briptu Norman Kamaru yang melipsingi lagu Chaiyya Chaiyya. Video itu berjudul Polisi Gorontalo. Ia menirukan lagu itu dengan hafal liriknya sepenuh hati lengkap dengan gaya bernyanyi dan lenggak-lenggoknya. Ia bernyanyi di post penjagaan, sementara rekannya cuek saja. Video yang lucu, berjudul Polisi Gorontalo Menggila (setidaknya bagi satu jutaan penonton video ini di YouTube) ini cepat menjadi viral.

Briptu Norman Kamaru dan hitsnya, Chaiyya-chaiyya

Dan viral ini bergulung menjadi gelombang yang besar karena diangkat oleh media televisi dan media dalam jaringan sebagai berita. Kemudian tersiar kabar bahwa Briptu Norman Kamaru mendapatkan hukuman karena dianggap melanggar aturan merokok dan melepas pet ketika tugas. Kali ini publik lewat Facebook dan Twitter beramai-ramai membela karena tingkahnya yang lucu. Komentar-komentar membela Briptu Norman ini pada umumnya membandingkan ‘kesalahan’ Briptu Norman dengan hal-hal buruk lain seperti korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang sebenarnya lebih pantas mendapatkan hukuman. Briptu Norman kemudian menjadi bintang tamu acara televisi. Apakah ia akan bertemu Shah Rukh Khan, idolanya? Yang jelas sekarang ia sering dimintai foto bareng.

Polisi juga manusia. Kalau kita biasanya takut sama polisi di perempatan, takut ditilang. Ternyata bisa tengil kayak Evan; Bisa cakep kayak Eka, Avvy, dan Eny; bisa juga lipsync lucu kayak Norman.

note; Rabu 20 April 2011: tapi kok semakin kesini, Briptu Norman seperti keliling stasiun televisi. Berkunjung ke rumah Tukul lah. Lalu disambut di Gorontalo seperti pahlawan nasional. Hmmm, doesn’t feel right. Marikita konsen aja ke Briptu Eka Frestya, Avvy Olivia, dan rekan-rekan Polwan lainnya.

6 Comments

  1. yap, dengan kelebihan dan kekurangannya itulah yg menjadikan kita sebagai manusia… #caelah

  2. Tentu Briptu Norman patut mensyukuri semua karunia ini…

  3. Polisi adalah profesi.Orang” dibalik profesi itu tentunya memiliki juga pribadi yang unik dan berbeda”.Dan garis nasib manusia toh ga ada yang tahu.:)

  4. wwowww,,,
    manis banget,,,,

  5. semoga citra polisi kan smakin baik dan profesional, seharum citra mantan kapolri pak Hugeng. “secantik” briptu Eka Frestya dan rekan2nya di foto diatas, sesupel dan rendah hati seperti Bribtu Norman. tapi tetap tegas dan tangkas menumpas penjahat dan anti suap seperti Jeky chen dan jetli dalam filim2 detektif mandarin..Allahuma ammiin..

  6. Kalo mau jadi Istri Mbah, ta lamar Briptu Eka… Hahaha…

    Maskawin Kapal Pesiar ( miniatur …) Hahaha…


One Trackback/Pingback

  1. [...] polisi di media sosial; dari evan brimob ke briptu eka frestya sampai ke briptu norman kamaru [...]

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.