Tak dapat dipungkiri, Iron Maiden adalah salah satu band rock terbesar dalam sejarah yang pengaruhnya sangat terasa di segenap penjuru metal manapun pada generasi berikutnya. Di kota ini, pada masa tahun 80′an seperti tidak sah rasanya jika seorang penggemar musik cadas tidak punya kaos Iron Maiden. Kamar seorang remaja laki-laki tak akan lengkap tanpa poster karton personil Iron Maiden atau gambar Eddie, sang maskot. Pada masa itu pula saat kita berjalan di sembarang gang di daerah permukiman padat akan terdengar lagu Iron Maiden diputar kencang-kencang dari stereo set ruang tengah, kalau tidak Iwan Fals atau lagu Dangdut. Kalau hari ini kita berjalan di gang-gang, yang terdengar akan lagu Wali atau Ungu. Popularitas di Indonesia mereka mungkin hanya bisa disamai oleh Metallica yang kebetulan udah mampir di Indonesia pada waktu mereka masih jaya-jayanya, tahun 1992.
Pada pertengahan tahun 2010 terdengar kabar berita, “Iron Maiden positif akan datang ke Indonesia tahun depan!” Saya jadi ingat waktu pertama kali menonton footage hitam putih pesawat-pesawat tempur Inggris sebagai intro Aces High dalam kompilasi Hard n’ Heavy, dalam bentuk kaset video Betamax.Saya jadi ingat waktu pertama kali merinding mendengarkan kaset Seventh Son of a Seventh Son yang bernuansa mistik dengan latar belakang kisah ahli nujum. Saya jadi ingat waktu saudara sepupu saya menghadiahi saya kaos tie-dye Iron Maiden. Dimanakah kaos itu gerangan?
Iron Maiden di Indonesia! di Ancol, Jakarta dan GWK, Bali. Ini akan menjadi sebuah momen yang bersejarah bagi penggemar musik metal nusantara.
\m/