Lewati navigasi

Arsip Bulanan: Desember 2010

Met pagi dini hari tweeps rekan-rekan sekalian, ini saatnya untuk catatan terakhir di 2010. Tadinya saya ingin bercerita tentang film-film yang saya tonton 2010 ini. Tapi ah, gak penting … mari bercerita tentang kehidupan (seperti tergambar di Twitter), … halaaaah berat pisan. Ditemani tembang-tembang nyaman karya Bedouin Soundclash saya mulai menulis.

Izinkan saya mengulang judul, seperti yang sering diucapkan orang-orang tua dan orang muda juga;

“Hidup, Jodoh, dan Mati di tangan Tuhan (di mata Twitter)”

Manusia berbagi.

Homo Partio (diterjemahkan secara ngawur dengan bantuan Google Translate)

Seperti yang dikatakan @jack, @ev dan @biz sejak awal, bahwasanya @Twitter yang mereka rancang bersama adalah untuk berbagi informasi. Tentang apa yang sedang terjadi, apa yang orang lakukan, dan atau apa yg sedang dirasakan oleh orang yang mengirimnya. Dan lalu Twitter bertambah terus penggunanya ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, dan membentuk norma-normanya sendiri, seperti RT yang disalahpahami sebagai reply dan lain sebagainya.

Karena kita sangat senang sekali berbagi dan Twitter menjadi sarananya. Berbagi rasa, #IndonesiaUnite. Berbagi celetukan, #AnjingGombal. Berbagi kegeraman dalam harapan, #NurdinTurun. Berbagi apa saja, dari berbagi kerinduan akan combro sampai berbagi keinginan untuk kentut saat ada di lokasi dan situasi yang tidak kondusif (untuk cepirit) … singkat kata, berbagi kehidupan. Tentunya, termasuk hidup, jodoh, dan mati. Kita mengirimkan salam dan ucapan suka atau duka lewat Twitter. Bersama dengan BBM, Twitter jadi faktor makin sedikitnya orang berkirim kartu ucapan hari raya.  Baca Lebih Lanjut »

Hell, yeah. Bisa kita katakan bahwa sepakbola itu seperti suku bangsa dan agama. Sepakbola dapat mempersatukan sebuah umat dan memecah belah umat lainnya.

Orang Indonesia sangat suka sepakbola, dan orang-orang dengan seragam tim-tim dunia, dari Brazil sampai Negeri Belanda berkeliaran di seluruh penjuru kota. Juga tim-tim dari Manchester sampai Barcelona sampai Juventus. Banyak orang fasih menyebutkan semua anggota tim Real Madrid sampai tim cadangannya pun. Apakah, karena orang Indonesia sudah putus cinta sama sepakbola dalam negerinya, yang seperti banyak sekali sendi di negara ini, terpuruk oleh kebohongan dan korupsi?

Timnas Indonesia 2010 - klik untuk donlod di duniasoccer.com

Baca Lebih Lanjut »

Apa lagu natal favoritmu?

Sebagai penyembah berhala yang shaleh, saya memang tidak merayakan natal. Tapi sebagai anak Indonesia yang hidup dibesarkan oleh musik barat (baca; Amerika dan Inggris) dan film Hollywood (kadang Bollywood juga, beberapa Tangkiwood juga), nuansa dan suasana natal di negara empat musim sangat saya rasakan. Dari film-film berlatar natal itulah. Ya saljunya, ya dari Home Alone, sampai Arnold yang jadi Santa itu. Sampai yang model Nightmare Before Christmas, Gremlins dan lain-lain sebagainya.

Duh, ngomong-ngomong natal, saya juga mengganggap MUI kurang kerjaan dengan mengatakan bahwa simbol-simbol natal di pusat-pusat perbelanjaan terasa berlebihan. Mungkin ini hanya pengalihan isu dari Nurdin atau Gayus, dan lain-lain sebagainya banyak sekali.

Baca Lebih Lanjut »

Call me norak tapi saya baru tahu bahwa Tron: Legacy (2010) adalah sebuah sekuel.  Setelah brosing2 mengantisipasi Tron: Legacy, saya baru tahu bahwa film ini adalah terusan dari film Tron (1982). Tron yang tahun 80-an menjadi film yang populer di masa tersebut, katanya. Soalnya saya gak ingat film tersebut, lebih ingat Star Wars (tentunya), Battlestar Galactica, Yamato bahkan Space Balls. Balik ke Tron: Legacy, ini adalah film yang menarik, dengan buzz yang berdengung lama di kalangan penggemar film fiksi ilmiah sebelum filmnya dirilis.

Selain penggemar film fiksi, para penggemar musik elektronika juga membicarakan film ini sejak lama karena ada kabar bahwa Daft Punk yang akan menggarap soundtracknya. Yap, Daft Punk duo pemalu dari Prancis yang mulai album kedua mereka, selalu tampil bertopeng futuristik dengan hiasan lampu2 seperti penunjuk informasi diskon yang sering kita temui di muka toko elektronik.
Baca Lebih Lanjut »

Emang benar bahwa iPhone itu keren dan membuat iri yang gak punya (saya maksudnya). Tampilan grafis dan reaksinya terhadap gerakan membuat perangkat tersebut menjadi keren.

Satu lagi dari Mayora,  yang bikin saya ingin punya iPhone, atau iPod yaitu the Angry Birds! Angry Birds? Angry Birds adalah game yang … nyandu!

Rovio sebagai pengembang Angry Birds segera menyadari popularitas ini dan telah membuatnya untuk perangkat telepon selular bersistem operasi Android.  Saya memang gak punya perangkat iPhone, iPod maupun Android. Untungnya saya punya beberapa sanak saudara dan handai taulan yang dapat saya pinjami perangkatnya untuk maen Angry Birds

Permainannya sendiri lucu nan gak penting. Dengan bermodalkan katepel, sekelompok burung dengan kemampuan dan kekuatan yang berbeda-beda harus membalas dendam kepada segerombolan babi hijau (babi kok hijau? mungkin babi masak cabe ijo), karena babi-babi itu telah mencuri telor para burung. Sebagai variasi, kemudian Rovio membuat versi Natal season dan juga versi Helloween. Kalau di Indonesia kelak meledak, pasti Rovio akan membuat Angry Birds season Ramadhan, menyaingi Cinta Fitri unlimited.

Baca Lebih Lanjut »

Jakarta, ini adalah hubungan kasih yang benci tapi rindu. Seperti membenci semua hal tentang ibukota, namun begitu kehilangan dan dimabuk asmara ketika berpisah sesaat. Seperti acuh namun mau tauuu aja. Jakarta adalah magnit. Adalah nafkah. Adalah inspirasi.

Di Jiffest 2010 kali ini saya menonton Belki Bolang. Ini adalah sebuah omnibus; beberapa film (pendek) yang dirangkai menjadi sebuah film. Konon kabarnya ini film tentang Jakarta di waktu malam. Sewaktu saya menonton Paris je t’aime (2005) 20 film pendek dengan latar tempat Paris, saya membayangkan film yang sama mengenai Jakarta. Sewaktu saya menonton New York, I Love You (2009) 11 film pendek dengan latar tempat New York, saya membayangkan hal  yang sama. Dan sekarang, film itu sudah hadir. Beruntung saya dan istri mendapatkan undangan pemutaran perdana Belki Bolang, karena di lobi Blitz tampak beberapa orang yang tidak mendapatkan tiket; terlihat dari mereka yang masing-masing memegang kertas ukuran A4, bertuliskan, “yang punya tiket lebih, bagi dong” atau semacamnya.

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.