Lewati navigasi

Arsip Bulanan: September 2010

Ingat tanggal 30 September, saya jadi ingat film G30S/PKI.

Film Gerakan 30 September (1984) atau yang lebih populer dengan Pengkhianatan G30S/PKI, disutradarai oleh Arifin C Noer adalah film yang mungkin telah ditonton dan direkam dalam ingatan oleh publik yang paling luas dalam sejarah Film Indonesia. Ditayangkan secara nasional, setiap tahun, pada tanggal 30 September, film ini ditonton oleh semua rakyat Indonesia ‘dari Sabang sampai Merauke’ (yang ditambah oleh Dorce dengan “dari Tenabang sampai Rawa Bangke). Terima kasih juga kepada pemutaran film ini yang ‘wajib’ di sekolah, coba dicek kepada guru-guru yang bertugas waktu itu. Zaman Orde Baru.

Jika Twitter sudah ada waktu itu, #TrendingTopic sebelum/ pada saat/ dan setelah pemutaran film ini akan dipenuhi dengan #hashtag #G30SPKI. Jika Foursquare telah ada waktu itu, Super Swarm Badge akan mudah didapat di lokasi-lokasi pemutaran film ini, baik yang memang hadir di lokasi maupun yang hadir secara remote cheat.

Masing-masing orang ingat satu bagian tertentu dari film ini. Ada yang selalu ingat bagian saat tertembaknya Ade Irma Suryani. Ada yang ingat bagian saat para aktivis PKI rapat di ruangan penuh asap rokok, lengkap dengan lampu gantung, asbak, dan rokok kreteknya. Tentunya banyak yang ingat dengan adegan beberapa perempuan PKI-wati Gerwani yang berdansa riang sambil bernyanyi. “Darah itu Merah Jenderal!”

Baca Lebih Lanjut »

Tiba-tiba semua orang menggunakan gelang karet dg lempeng plastik berwarna kilat logam ditengahnya. Ok, mungkin tidak semua orang, tetapi coba lihat sekitar. …  Sudah? Banyak sekali kan? Tua muda, laki perempuan, cakep gak cakep, kaya miskin, tukang ketik, tukang rombeng, tukang daging, sampai tukang korup semua pakai Power Balance.

Ngomong-ngomong gelang karet, jadi ingat fenomena gelang karet lainnya yang terjadi beberapa tahun silam. Kalau gak salah, kira-kira tahun 2005-an. Tiba-tiba saja semua orang (paling nggak, yang saya lihat di Jakarta kota Metropolitan) pakai gelang karet. Ada yang merah, ada yang biru, ada yang kuning, ada yang jambon, berupa-rupa warna. Pada awalnya, waktu itu, gelang dengan suatu warna tertentu adalah lambang dukungan pemakainya terhadap suatu gerakan sosial tertentu, misalnya dukungan kepada usaha penyembuhan penyakit kanker, lalu muncul beraneka ragam jenis gelang lainnya. Ada yang adalah gratisan dari produk, ada yang bertulisan lucu-lucu dan lain sebagainya.

Dari bermacam-macam warna gelang tersebut, yang saya sempat miliki ada tiga. Pertama, yang warna merah, bertuliskan “Solidaritas Kebersamaan“; gelang ini dibuat oleh teman-teman dari Tunas Cendikia, yang hasil penjualannya sepenuhnya disumbangkan untuk kepentingan pendidikan. Kedua, yang warna kuning, dengan tulisan “Livestrong”, yang dibuat oleh Lance Armstrong dan rekan-rekannya untuk menggalang dana sebagai dukungan bagi orang-orang yang terkena Kanker. Yang ketiga adalah yang berwarna putih, dan bertuliskan “Make Poverty History” yang memperjuangkan minimalisasi kesenjangan kesejahteraan antara negara-negara kaya dan negara-negara miskin di muka bumi.

Mari kita kembali lagi ke topik utama, yaitu Power Balance. Apa sebenarnya Power Balance?

Baca Lebih Lanjut »

Yes, ke dokter gigi.

Sebagian besar dari kita (ya, sebagian besar dari kita, saya mengklaim) pasti jarang-jarang ke dokter gigi, dan baru akan melakukan kunjungan ke dokter gigi saat sakit gigi melanda. begitu pula dengan saya.

Gigi saya terasa goyang, dan mulai nyut-nyutan. seharusnya pergi ke dokter gigi. namun apa boleh buat, saya belum bisa ke dokter gigi karena kesibukan sehari-hari dan situasi tanggal tua (ya betul! keadaan tanggal tua yang lebih menentukan) Untuk sementara saya tekan setengah keping ponstan setiap jam makan untuk meredakan sakitnya, dengan target akan segera ke dokter gigi jika tanggal tua sudah berganti muda. Namun begitulah saya, setelah sakit mereda, lupa akan niat ke dokter gigi.

Tetapi beberapa hari kemudian akhirnya saya ke dokter gigi, terima kasih banyak kepada foursquare.

Kenapa demikian? eh, bagaimana bisa demikian?

Baca Lebih Lanjut »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.