
Akhirnya, saya berkesempatan nonton Java Rockin’land 2009. Kesempatan yang sangat berharga untuk menyaksikan pendekar-pendekar rock kampung sendiri dan turis asing berlaga di Ancol. Festival ini dapat dikatakan sukses. Apabila saya berkesempatan memberi komentar di televisi untuk acara tersebut, saya akan mengungkapkan komentar template, “Acaranya top abis! Bandnya keren-keren abis! Pokoknya top abis! Sering-sering aja deh dibikin acara kayak gini!”
Pada hari minggu itu saya dan Astri datang menonton bersama Cholil, Irma, Ami, Ajim, dan Yuray, keluarga besar Efek Rumah Kaca. Berikut ini adalah penampil-penampil yang saya sempat tonton, secara penuh maupun selewatan saja.
Cassanova
Mereka tampil di panggung terkecil yang pasti dilewati penonton karena tempatnya tepat setelah pintu masuk. Tanpa bermaksud mengecilkan band ini, penampilan mereka tidak ada penontonnya, kecuali orang lewat dari pintu masuk ke panggung utama. Formula melayu yang laku di Inbox-SCTV atau Derings-Trans TV mislek ditampilkan di perhelatan ini. Entah bagaimana kiprah mereka di medan tempur RBT.

Slank
Yah, mereka adalah raja rock Indonesia saat ini. Cuman mereka yang bisa berdiri di atas meja di mana ada gubernur duduk di depannya, di peluncuran film garapan garing, eh garin. Di panggung hari ini, di interlude lagu, Kaka ungkapkan keraguannya bahwa noordin m top telah tertangkap, yang dia bilang noordin (maaf!) ng#$@%t. Cuman Slank yang bisa negosiasi mengijinkan penggemar mereka (a.k.a. slankers) masuk tanpa bayar di acara, meski terbatas hanya dalam waktu pertunjukkan Slank. Kalau Metallica punya snake pit, Slank dibuatkan slankers’ pit, masuk dari pintu khusus, langsung tepat di depan panggung, dikelilingi polisi yang berjaga. Pemilik tiket berdiri di luarnya. Apa jadinya Indonesia tanpa slank? Bang-bang Tut, KPK, Pulau Biru, repertoar mereka tidak saja mewarnai musik Indonesia, tapi juga Indonesia itu sendiri. Saya ingat pergi berlibur ke pelabuhan ratu, sepanjang perjalanan banyak truk bak terbuka dengan remaja tanggung membawa bendera Slank menuju ke arah pantai. Saya pikir ada pertunjukkan Slank di sana, namun ternyata tidak. Slankers senang membawa bendera Slank kemana-mana, itu saja.
Baca Lebih Lanjut »